Warna-warni Perayaan Idul Fitri

kumparan.com
12 jam lalu
Cover Berita

Sejumlah cerita mengiringi perayaan Idul Firti Sabtu (21/3) kemarin. Mulai dari perayaan yang dilakukan di Istana Kepresidenan, hingga perayaan di lokasi bekas terdampak bencana.

Open House Presiden

Presiden Prabowo Subianto menggelar open house, masyarakat umum pun dipersilakan datang.

Di dalam Kompleks Istana, masyarakat bisa mencicipi sejumlah hidangan dari berbagai stan makanan yang ada. Mereka bebas menikmati hidangan itu secara cuma-cuma sambil duduk di tempat-tempat yang telah disediakan.

Tak hanya di dalam tenda, banyak juga warga yang menyantap makanan di bawah teduhnya pohon. Mereka duduk di atas bean bag yang telah disediakan, mirip seperti piknik di taman.

Banyak masyarakat yang memang berniat untuk hadir di acara open house ini. Salah satunya adalah Riki. Dia mengaku telah datang ke Istana sejak pukul 7 pagi tadi. Meski baru bisa masuk pada siang hari, rasa antusiasnya tak luntur.

"Antre dari jam 7. Iya baru bisa masuk siang. Antre terus pak," ucap Riki saat ditemui.

Dia mengaku, memang sengaja datang ke Istana untuk mendapatkan sembako. "Ya untuk dapat sembako. Karena kan zaman sekarang susah," ucapnya.

Warga Agam Lewati Sisa Banjir Bandang

Warga di Nagari Meninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, terpaksa harus melewati bebatuan dan material sisa banjir bandang untuk bisa sampai ke tujuan.

Warnida merasakan itu saat akan bersilaturahmi ke kediaman kerabat suaminya. Dikutip dari Antara, ia berjalan melewati jalan kecil yang dipenuhi tumpukan bebatuan di sisi kiri dan kanannya.

Jalan tersebut merupakan jalur alternatif yang bisa memangkas waktu tempuh. Sebab jembatan kecil yang berada di dekat rumahnya telah terputus, sehingga ia harus menempuh jarak yang lebih jauh bila ingin lewat jalur utama.

Meski begitu ia tidak melanjutkan perjalanannya itu. Sebab di tengah perjalanan ada genangan air yang cukup dalam dan panjang. Warnida yang membawa anak-anaknya memilih untuk kembali dan mencari jalur lain.

"Rencana mau ke rumah keluarga. Bagaimana pun dalam keadaan seperti ini, kami tetap melihat sanak saudara, meski suasana sedikit kurang semangat karena keadaan kayak gini. Semoga bisa seperti yang dulu dulu lagi,” katanya.

Ruas jalan yang dilalui Warnida bersama keluarga berada tidak jauh dari aliran sungai yang dipenuhi material batuan besar akibat bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025.

Tak jauh dari sungai, dua perempuan muda terlihat menggendong anak balita mereka saat melintasi jembatan kayu sederhana dan menyusuri tepian sungai menuju rumah kerabat.

Warga Iran Salat Idul Fitri di Tengah Perang

Ribuan warga Iran mengikuti salat Idul Fitri di tengah konflik yang masih berlangsung dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Namun, momen ibadah itu berlangsung dengan khidmat di berbagai kota, termasuk di ibu kota Iran, Teheran, meski ancaman serangan masih membayangi.

Seperti yang diberitakan di AFP, salat Id digelar pada Sabtu (21/3), untuk menandai berakhirnya bulan Ramadan.

Salat Id terpusat di Masjid Agung Imam Khomeini di Teheran. Namun, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei tidak hadir dalam pelaksanaan salat tersebut. Ia diketahui belum tampil di publik sejak ditunjuk menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei.

Sebagai gantinya, Kepala Peradilan Iran Gholam Hossein Mohseni Ejei hadir mengikuti salat di lokasi tersebut.

Jumlah jemaah yang membludak membuat sebagian warga harus melaksanakan salat di luar area masjid. Rekaman televisi menunjukkan kerumunan besar di sekitar masjid, meski wilayah tersebut berisiko menjadi target serangan.

Idul Fitri di Beijing

Perayaan Idul Fitri di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Perayaan ini dihadiri oleh ratusan masyarakat dan mahasiswa Indonesia di Beijing dan sekitarnya.

Duta Besar Republik Indonesia untuk China, Djauhari Oratmangun, menekankan bahwa perayaan Idul Fitri di luar negeri memiliki makna lebih dari sekadar seremoni keagamaan. Menurutnya, momen Idul Fitri menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga negara dan membina semangat kebangsaan.

“Momentum ini menjadi wadah untuk mempererat kebersamaan dan membangun solidaritas di antara sesama anak bangsa, meskipun kita berada jauh dari tanah air. Meskipun di tengah cuaca dingin di awal musim semi ini, kita bisa merasakan kehangatan karena kebersamaan kita,” ujar Djauhari.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini mencerminkan interaksi langsung antara perwakilan pemerintah dan masyarakat Indonesia di luar negeri. KBRI, lanjutnya, terus berupaya hadir di tengah masyarakat untuk mendengar aspirasi serta memberikan pelayanan dan perlindungan bagi WNI.

Selain menjadi ajang silaturahmi, perayaan tersebut juga menyoroti semangat kepedulian sosial yang tumbuh selama bulan Ramadan. Djauhari juga mengapresiasi partisipasi masyarakat Indonesia di Beijing dalam pengumpulan zakat fitrah dan sedekah yang dikoordinasikan bersama sejumlah organisasi masyarakat, seperti Lingkar Pengajian Beijing, PCI NU Tiongkok, dan PCI Muhammadiyah. Bantuan tersebut akan disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana di Aceh.

“Ini merupakan bukti nyata bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial masyarakat Indonesia tetap terjaga di mana pun berada,” katanya.

Keluarga Jenguk Tahanan di Rutan KPK

Kunjungan ke Rutan KPK juga menjadi menarik. Kunjunga ini berlangsung dengan pengawasan ketat dari petugas guna menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan rutan.

Kemarin, KPK membuka layanan penerimaan hantaran makanan bagi tahanan dari pukul 09.00 hingga 11.00 WIB. Selain itu, para tahanan juga diberikan kesempatan bertemu langsung dengan keluarga dan kerabat pada pukul 10.00 hingga 13.00 WIB.

Salah satu keluarga tahanan, Riyan Ahmad Radi (26), mengaku memanfaatkan momen Lebaran untuk menjenguk ayahnya yang telah hampir setahun mendekam di rutan karena kasus korupsi meskipun dengan waktu yang terbatas.

Ia menyebut ayahnya bernama Dicky Yuana Radi. Dicky Yuana Radi merupakan mantan Direktur Utama PT Inhutani V yang didakwa menerima suap sebesar Rp 2,5 miliar terkait pengelolaan kawasan hutan di Lampung.

Taman Bendera Pusaka Sangat Diminati

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut tren kunjungan wisata warga mulai bergeser ke ruang terbuka hijau (RTH) baru. Salah satu yang kini ramai dibicarakan adalah Taman Bendera Pusaka yang baru saja ia resmikan.

Hal itu disampaikan Pramono saat ditanya mengenai kesiapan pengamanan destinasi wisata di Jakarta yang biasanya dipadati warga, terkhusus saat libur Lebaran.

“Ya kita sudah melakukan koordinasi dan ini kan hal yang sudah berulang. Maka aparat Satpol PP bekerja sama dengan BUMD yang mengelola, kemudian juga tempat-tempat misalnya Ragunan, Ancol, Monas, museum-museum dan sebagainya,” ujar Pramono usai halal bi halal bersama warga di Balai Kota, Jakarta Pusat, Sabtu (21/3).

Ia memastikan pengelolaan tempat wisata di Jakarta sudah berjalan baik, sehingga tidak ada kekhawatiran berarti terkait lonjakan pengunjung.

“Saya yakin pasti tidak ada sesuatu yang luar biasalah, karena memang sudah dikelola dengan baik," ungkap Pramono.

"Dan sekarang ini yang lagi heboh adalah orang datang ke taman-taman yang baru ya, termasuk Taman Bendera Pusaka rupanya sangat diminati oleh warga," lanjutnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tanda Kebaikan Dianggap Sepele oleh Orang yang Disayang
• 4 jam lalubeautynesia.id
thumb
Pesan Khusus Pramono Anung Bagi Para Pendatang Baru di Jakarta
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Media Belanda Tak Habis Pikir Soal Kasus Dean James, KNVB Akhirnya Buka Suara soal Nasib Bek Timnas Indonesia itu
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
MAKI Sentil KPK: Layak Masuk MURI, Sejak Berdiri 2003 Belum Pernah Ada Pengalihan Penahanan Seperti Gus Yaqut
• 37 menit laluliputan6.com
thumb
PT UD Astra Motor Indonesia Buka Lowongan Kerja, Fresh Graduate Bisa Daftar, Cek Yuk!
• 3 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.