JAKARTA, KOMPAS.com — Banjir merendam sejumlah wilayah di Kelurahan Rambutan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, sejak Sabtu (21/3/2026) hingga Minggu (22/3/2026) siang.
Berdasarkan pantauan di lokasi, genangan air masih terlihat di RT 12/RW 2 dengan arus yang cukup deras.
Baca juga: Banjir Rendam 9 RW di Ciracas Jaktim, Warga Mengungsi
Air mengalir di sepanjang jalan lingkungan hingga memasuki area permukiman warga, membuat aktivitas sehari-hari terganggu.
Kondisi jalan yang tergenang membuat kendaraan tidak dapat melintas.
Baca juga: Gang Boker Ciracas Digerebek, 7 PSK dan Puluhan Botol Miras Diamankan
Warga terpaksa berjalan kaki dengan ekstra hati-hati, mengingat arus air cukup kencang, terutama di titik-titik yang lebih dalam.
Salah satu warga, Herman (43), mengatakan, banjir kali ini membuat dirinya tidak bisa menikmati momen Lebaran bersama keluarga besar.
“Dengan adanya banjir ini jadi enggak bisa keliling silaturahmi ke saudara-saudara. Ini kondisi banjirnya makin parah,” ujar Herman saat ditemui di lokasi, Minggu.
Ia menjelaskan, air mulai naik sejak setelah Maghrib dan terus meningkat hingga dini hari.
“Semalam banjirnya berangsur-angsur dari sehabis Magrib sampai jam 02.00 malam. Biasanya pagi hari sudah surut, tapi ini lama,” katanya.
Menurut Herman, wilayah tersebut memang kerap dilanda banjir setiap kali hujan turun, bahkan dalam durasi singkat.
Ia memperkirakan ketinggian air saat ini mencapai sekitar 60 sentimeter dan sempat masuk ke dalam rumahnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2026, banjir sudah terjadi hingga tiga kali di wilayah tersebut.
"Ini sudah banjir yang ketiga kalinya," ungkap dia.
Untuk diketahui, Camat Ciracas, Panangaran Ritonga mengatakan, ada sembilan rukun warga (RW) di Ciracas yang terdampak banjir dengan ketinggian 50-75 sentimeter (cm).
Kesembilan RW yang dimaksud yakni RW 05 dan RW 06 di Kelurahan Cibubur, RW 02, RW 09 dan RW 011 di Kelurahan Kelapa Duren Wetan.
Lalu ada RW 04 dan RW 05 di Kelurahan Ciracas dan RW 01 dan RW 03 di Kelurahan Rambutan.
"Jadi volume air dari hulu, yakni di Cimanggis Depok cukup besar sehingga air meluap dari Kali Cipinang," ungkap Ritonga.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




