Penampilan di San Siro bukanlah performa terbaik Milan. Bahkan, ada banyak momen di mana permainan tim cukup meragukan. Dari babak pertama hingga 10 menit terakhir, laga ini bukanlah pertandingan yang patut dijadikan sorotan musim ini.
Namun, mengalahkan tim yang sedang dalam performa bagus dan menunjukkan kelas di momen yang tepat membuat Rossoneri kini kembali ke posisi kedua, sekaligus memperlebar jarak dengan peringkat kelima menjadi 10 poin (walaupun Juventus belum bermain).
Baca Juga :
Milan Vs Torino: Milan Selamat dari Kejaran TorinoPelatih asal Italia itu tampak frustrasi sepanjang laga karena berbagai kejadian. Terlihat jelas ia memiliki banyak hal untuk disampaikan saat turun minum, mengingat bagaimana Rossoneri memulai babak kedua. Usai peluit panjang, Allegri berbicara kepada DAZN melalui MilanNews.
“Saya mencoba untuk tetap tenang, tapi cara main seperti ini membuat saya kehilangan gairah. Saya bisa berhenti melatih.” Apakah Anda tahu apa yang Anda katakan kepada wasit Doveri? Apakah Anda ingat?," ujar Allegri.
“Itu hanya terbawa suasana panas di lapangan. Saya mulai menua, dan saya tidak ingin jantung saya menyerah. Jadi pada saat itu, pertandingan ini sangat penting bagi kami. Kami datang dari kekalahan melawan Lazio, dan di babak pertama, kami menghadapi Torino yang tampil sangat baik di tiga puluh menit pertama," sambungnya.
“Tapi yang terutama, kami terlalu memaksakan permainan di dalam lapangan dan terlalu banyak terkena serangan balik. Pada babak kedua, fisik para pemain juga meningkat. Tidak mudah setelah skor imbang di akhir babak pertama," jelasnya. Tentang formasi 4-3-3 Allegri mengatakan bahwa formasi 4-3-3 mampu berjalan dengan baik. Tak ayal, skema yang dirancang mampu mengalahkan Torino.
“Soal trio penyerang, pemain penyeimbang kami adalah Saelemaekers. Saat kami bertahan, dia harus berperan sebagai bek sayap kelima; saat kami menyerang, dia harus berada di sepertiga akhir lapangan. Sesekali, dia mengakhiri pertandingan dalam kondisi yang sangat kelelahan," kata Allegri.
“Hari ini, setelah beberapa saat, saya langsung menempatkan Pulisic melebar; ada kebutuhan akan sedikit ruang di lapangan karena mereka (Torino) memiliki blok pertahanan tengah yang sangat kuat," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASM)





