Banjir menerjang kawasan Ciracas, Jakarta Timur, pada Sabtu (21/3) malam. Derasnya aliran banjir membuat warga bahu membahu saling menolong.
Ketua RT setempat, Lanjar, mengatakan banjir yang datang kali ini merupakan yang paling parah.
"Kalau semalam itu banjirnya paling tinggi. Saya jadi RT bukan sehari dua hari, lama banget. Gitu kan, kayaknya baru ini (banjir) yang saya rasa gede tuh," kata Lanjar saat ditemui, Minggu (22/3).
Dia bercerita, saat air mulai masuk ke permukiman, awalnya warga enggan untuk dievakuasi. Namun, perlahan tinggi air naik. Aliran air pun cukup deras.
Tali tambang pun dibentangkan oleh warga untuk dijadikan sebagai pegangan. Menurutnya, jika tak menggunakan tali, warga bisa saja hanyut.
"Lha orang ya maaf kata kalau nggak pakai tambang juga sudah nggak nggak anu, mampu. Saking airnya derasnya," tutur dia.
Dia menjelaskan, ada sekitar 50 keluarga yang terdampak banjir kali ini. Mereka pun dievakuasi ke masjid terdekat.
Setelah banjir mulai surut, warga lalu gotong royong untuk membangun tanggul di bantaran Kali Cipinang.
"Ya tindakannya ya itu anu bikin tanggul aja sudah. Tapi ya alhamdulillah kemarin tuh ada manfaatnya karena banjir itu dampak dari RT 16 sama RT 10 itu kan sebagian tebing itu belum dibuat tanggul," ucapnya.





