Jakarta: Polri mencatat arus mudik dan mobilitas warga keluar Jakarta masih terus berlangsung hingga H+1 Idulfitri 1447 Hijriah, dengan total mencapai lebih dari dua juta kendaraan. Kepolisian juga memberikan perhatian khusus pada angka kecelakaan lalu lintas yang terjadi selama Operasi Ketupat 2026 serta mengimbau masyarakat untuk mulai mengatur strategi kepulangan demi menghindari penumpukan saat arus balik.
"Kami mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan, khususnya ke destinasi wisata, agar tetap berhati-hati dan mengutamakan keselamatan, terutama di lokasi wisata air seperti pantai, sungai, maupun kolam renang,” ujar Juru Bicara Satgas Humas Operasi Ketupat 2026, Kombes Marupa Sagala, di Jakarta, dikutip dari Antara, Minggu, 22 Maret 2026.
Baca Juga :
Puncak Arus Balik, Korlantas Siapkan One Way Nasional 24 MaretMarupa memaparkan bahwa hingga saat ini sebanyak 2.007.253 kendaraan telah meninggalkan Ibu Kota, atau sekitar 56,9 persen dari total proyeksi. Namun, kabar duka menyertai catatan mudik tahun ini dengan adanya 292 kejadian kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan delapan orang meninggal dunia dan ratusan lainnya luka-luka.
Untuk menekan risiko kepadatan di jalur tol pada arus balik nanti, Polri mendorong masyarakat untuk memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) serta insentif tarif tol yang telah disiapkan pemerintah. Hal ini diharapkan dapat memecah konsentrasi kendaraan agar tidak terpusat pada satu waktu puncak saja.
"Masyarakat juga diimbau untuk memanfaatkan kebijakan WFA sehingga perjalanan arus balik dapat dilakukan secara bertahap dan tidak menumpuk dalam satu waktu," jelas Marupa.
Baca Juga :
KAI Prediksi Puncak Arus Balik Jakarta pada 24 MaretSelain pengaturan waktu, pemerintah juga menebar stimulus berupa potongan harga bagi pengguna jalan tol pada akhir pekan mendatang. Marupa berharap masyarakat dapat menyusun rencana perjalanan yang lebih efisien dengan memanfaatkan fasilitas tersebut.
"Manfaatkan juga kebijakan diskon tarif tol pada tanggal 26 hingga 27 Maret 2026 agar perjalanan lebih efisien dan terhindar dari kepadatan," ujar Marupa.




