JAKARTA, KOMPAS.com- Taman Mini Indonesia Indah (TMII) mencatat lebih dari 10.000 pengunjung hingga Minggu (22/3/2026) siang.
Lonjakan tersebut berdampak pada antrean shuttle bus yang mengular hingga sekitar 50 meter di Halte Selatan TMII.
Berdasarkan pantauan Kompas.com pukul 14.30 WIB, pengunjung tampak berdesakan untuk menaiki shuttle guna berkeliling kawasan wisata.
Baca juga: TMII Jadi Pilihan Warga Saat Libur Lebaran, Murah dan Bebas Macet
Di tengah terik matahari, pengunjung dari berbagai usia, termasuk anak-anak, tetap bertahan dalam antrean. Tangisan bayi terdengar karena tak kuasa menahan panasnya cuaca di Jakarta.
Bahkan, sempat terlihat keributan karena ada yang menyerobot antrean. Pengunjung lain pun kompak menyoraki oknum tersebut.
Pengunjung rela menunggu hingga puluhan menit untuk menaiki shuttle. Sejumlah pengunjung terlihat duduk saling berpangku agar bisa tetap berangkat meski shuttle yang ditumpanginya sudah penuh.
Baca juga: 326 Bus Mudik Gratis Diberangkatkan dari TMII, Angkut Hampir 20.000 Perantau Asal Jateng
"Dari ujung ke sini tadi sudah setengah jam lebih, ada kali 40 menit, panjang banget antreannya padahal saya bawa anak ini," kata Ezra (36), salah satu pengunjung saat ditemui Kompas.com di lokasi, Minggu.
Ia mengaku terpaksa mengantre selama itu agar bisa menuruti keinginan sang anak untuk berkeliling ke seluruh area TMII.
"Kalau jalan kan enggak mungkin, jauh banget, mau sewa juga bisa sih sebenernya, tapi kan kalau ini gratis ya," ucap Ezra.
Sejumlah shuttle terlihat terparkir di seberang halte, namun hanya diperuntukkan bagi pengunjung yang menyewa kendaraan.
"Kalau yang itu khusus buat sewa, kalau mau enggak antre bisa sewa, sepuasnya muter bawa sendiri, bebas ke mana aja. Karena sopirnya juga kan terbatas," kata salah satu petugas di lokasi.
Sementara itu, Alfi (33) pengunjung lainnya mengeluhkan tidak adanya kanopi di area antre shuttle sehingga membuat para pengunjung kepanasan.
Baca juga: Panas Terik Tak Surutkan Pengunjung TMII Saksikan Atraksi Air Mancur Tirta
"Masa kita dijemur gini ya, itu ada kanopi tapi cuma buat yang duduk, bukan di area antrenya," ucap Alfi.
Ia pun berharap agar manajemen TMII dapat mengantisipasi lonjakan pengunjung agar tidak perlu menghabiskan energinya hanya untuk mengantre.
"Saya sudah lama soalnya enggak ke sini, baru ini lagi. Kaget, ini jadinya habis tenaga dan waktu buat ngantre aja. Kalau jalan kaki kan jauh, semoga next lebih baik lagi lah," tuturnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




