Bisnis.com, MAKASSAR — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mencatat penumpang kapal di wilayah timur Indonesia pada arus mudik Lebaran tahun ini mencapai 423.908 orang, tumbuh 6,8% jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sekedar diketahui, angka tersebut dihitung dari H-15 Lebaran (6 Maret 2026) hingga H-1 (20 Maret 2026). Sementara pelabuhan wilayah timur yang dimaksud adalah seluruh pelabuhan kelolaan Pelindo Regional 4 yang terbentang dari sebagian Kalimantan hingga Papua.
Executive Director 4 Pelindo Regional 4 Abdul Azis mengatakan Pelabuhan Balikpapan tercatat menjadi pelabuhan terpadat dengan 71.024 orang. Kemudian diikuti Makassar 53.415 orang, Ambon 48.007 orang, Ternate 41.634 orang, dan Parepare 41.634 orang.
"Lima pelabuhan ini memang sudah menjadi langganan yang terpadat selama musim Lebaran. Kali ini Balikpapan mencatatkan pertumbuhan paling mencolok hingga 30,7% jika dibandingkan Lebaran tahun lalu," ucapnya di Makassar, Minggu (22/3/2026).
Kendati penumpang mengalami pertumbuhan, arus kapal di wilayah timur justru berkurang. Pelindo mencatat kapal yang melintas pada Lebaran 2026 hanya sebanyak 634 unit, turun 3,65% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pelabuhan Ternate menjadi yang paling banyak arus kapalnya dengan 93 unit. Disusul Manado 72 unit, Ambon 67 unit, Kendari 50 call, dan Balikpapan 47 call.
Baca Juga
- Siaga Lebaran, Pelindo Multi Terminal Pastikan Arus Logistik dan Penumpang Lancar
- Pelindo Jasa Maritim Difasilitasi Mudik Gratis Pulang-Pergi, Balik Makassar 27 Maret
- Pelindo Multi Terminal Siaga Lebaran 24 Jam, Antisipasi Lonjakan Logistik
Abdul Azis pun menambahkan bahwa pihaknya bakal kembali mengantisipasi peningkatan penumpang saat arus balik yang diperkirakan dimulai pasca Lebaran ini.
Pelindo telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk memastikan kelancaran arus transportasi, mulai dari kesiapan infrastruktur terminal hingga penguatan koordinasi dengan operator kapal dan instansi terkait.
Optimalisasi 20 terminal di berbagai pelabuhan dilakukan agar pelayanan dapat berjalan lancar dan aman. Perseroan juga memastikan standar keselamatan operasional tetap menjadi prioritas utama, serta melakukan transformasi dengan meningkatkan layanan fasilitas terminal penumpang.
"Kami memastikan seluruh fasilitas terminal penumpang dalam kondisi siap operasional, serta melakukan penguatan koordinasi dengan seluruh stakeholder guna memastikan pelayanan mudik berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi masyarakat," jelasnya.





