38 Tahun Kemudikan Perahu Wisata Ancol, Lebaran Jadi Momen Paling Ditunggu Taryana

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Momen libur Lebaran setiap tahunnya selalu membawa berkah tersendiri bagi para penyedia jasa wisata.

Tak terkecuali bagi Taryana (54), seorang nakhoda perahu wisata di laut Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara.

Bagi Taryana, lonjakan pengunjung saat libur panjang adalah "masa panen" yang paling ditunggu-tunggu untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah.

Mengenakan seragam kaus lengan panjang berwarna kuning dan oranye bertuliskan "Perahu Wisata Ancol", Taryana tampak sigap memegangi tali tambang.

Baca juga: ASN yang Nyelonong ke Rumah Warga di Ancol Diduga Alami Gangguan Cemas

Ia membantu penumpang menaiki perahu kayu berwarna biru muda bernomor 39 yang bernama "Bontang", melewati sebilah papan kayu yang dijadikan jembatan.

Di momen libur Lebaran, Taryana menyebut, perahunya bisa bolak-balik mengangkut penumpang hingga belasan kali dalam sehari.

"Sehari kira-kira bisa ya 12 sampai 15 kali lah mungkin, ya. Ibaratnya kalau misalnya tiap satu jam sekali kita berangkat. Nah, itu kan berarti dalam seharian kita 12 jam kerja, 12 kali berangkat," kata Taryana.

Kondisi ini, kata dia, sangat berbanding terbalik jika dibandingkan dengan hari-hari biasa di luar musim libur.

Pada hari biasa, perahunya paling banyak hanya berlayar lima kali, itu pun dengan jumlah penumpang yang jauh dari kapasitas maksimal yaitu 30 orang.

Baca juga: Ancol Sediakan Parkir untuk 10.000 Mobil dan 13.000 Motor saat Libur Lebaran

"Kalau hari-hari biasa di luar Lebaran itu biasanya paling cuma lima kali lah berangkat. Itu pun ya orangnya enggak mungkin penuh, paling berapa seadanya orang saja kita angkut kan, namanya kita butuh pemasukan," ucap dia.

Untuk menikmati sensasi berkeliling perairan Ancol dengan perahu kayu, pengunjung hanya perlu merogoh kocek seharga Rp 20.000 per orang.

Rutenya mengitari perairan sekitar Ancol hingga menuju area Marina Beach Sand.

"Rutenya ya sini saja, sekitar sini muter-muter. Terus ke Marina situ atau bisa request sebenarnya mau ke mana. Misalnya pengunjung mau ke Pantai Lagoon, Pantai Timur, bisa request, nanti kita tinggal tentukan apa misalnya harganya sama atau beda," ujar dia.

Taryana menuturkan, ia tidak selalu menunggu kapalnya terisi penuh 30 orang untuk berangkat.

Jika sudah ada 10 hingga 15 orang, ia akan mulai menyalakan mesin agar penumpang tidak terlalu lama menunggu.

Baca juga: Salat Idul Fitri 2026 di Pantai Ancol, 2.000 Jemaah Bisa Salat di Pantai Lagoon

"Kadang kalau misalnya kita sudah nunggu 15 sampai 20 menit mau naik kapal, kasihan juga yang mau naiknya kalau nunggu terlalu lama. Misal sudah terkumpul yang penting 10-15 orang, setengahnya gitu, ya sudah berangkat kita," ujar dia.

Namun, ia tak menampik terkadang penumpang memang harus menunggu cukup lama agar dirinya tak boncos dalam hal bensin.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Karena kan kita juga harus mikirin bensinnya, ongkosnya. Kemudian juga biar penumpang ini ya kita sama-sama enak saja. Kalau kita angkutnya sedikit-sedikit kan boros di bensin juga," sambung dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Belasan Anak Binaan LPKA Palu Dapat Remisi Lebaran
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Inggris Izinkan AS Pakai Pangkalan untuk Serang Iran
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Sejarah Baru bagi KPK?
• 3 jam lalurctiplus.com
thumb
Prabowo Lanjutkan MBG di Tengah Efisiensi: Banyak Cara Lain untuk Hemat
• 2 jam laludetik.com
thumb
452 Warga Binaan Lapas Garut Terima Remisi Lebaran
• 21 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.