Cerita Sopir Taksi Online Hemat Biaya Operasional hingga 65% Usai Pakai EV

metrotvnews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Pengemudi taksi daring yang menggunakan kendaraan listrik murni, Kholid Syaifulloh, 51, menilai peralihan dari mobil konvensional ke armada elektrifikasi memberikan penghematan biaya operasional signifikan bagi penghasilan harian.

"Jadi saya merasakan berganti mobil tiga generasi sedan taksi. Secara kasar, kira-kira biaya operasional sehari-hari sekarang itu cuma 35 persen dari mobil bensin," ungkap Kholid dikutip Minggu, 22 Maret 2026.

Kholid, yang memiliki pengalaman 15 tahun mengemudikan kendaraan bermesin bakar konvensional, mengaku lebih tenang menghadapi risiko gejolak harga maupun kelangkaan BBM. Meski membutuhkan waktu pengisian daya, efisiensi biaya yang dihasilkan jauh melampaui beban operasional kendaraan berbahan bakar Pertalite yang digunakannya dahulu.

Baca Juga :

Prabowo Mau Mobil hingga Motor Full Listrik, Tenaganya dari Matahari
Dengan jarak tempuh harian mencapai 350 kilometer dari Bekasi menuju jantung Ibu Kota, Kholid menerapkan strategi waktu pengecasan yang efektif dengan total biaya tak sampai Rp100 ribu. Penggunaan fitur pengisian daya cepat yang tersedia di berbagai titik strategis membantunya menjaga produktivitas harian tetap maksimal.

"Penggunaan electric vehicle ini sangat menguntungkan karena biaya operasionalnya stabil. Dengan manajemen waktu yang tepat saat pengisian daya, saya tetap bisa narik penumpang dengan optimal tanpa terbebani biaya bensin yang mahal," ujarnya.

Ilustrasi mobil listrik. Istimewa.

Senada dengan Kholid, pengemudi Green SM, Noval Gamawan, 50, juga merasakan efisiensi serupa saat mengoperasikan unit EV miliknya di wilayah Jakarta. Ia menjelaskan biaya pengisian daya hingga penuh hanya membutuhkan Rp51.600 untuk jarak tempuh 285 km, berbanding terbalik dengan modal bensin harian saat masih menggunakan mobil konvensional yang mencapai Rp300 ribu hingga Rp400 ribu.

Sebagai pengemudi berpengalaman, Noval merasakan keunggulan EV terutama saat menghadapi kemacetan Ibu Kota yang biasanya memicu pemborosan BBM pada mobil bensin akibat pola stop and go. Selain lebih hemat, kendaraan listrik murni dirasakannya lebih ringan dan gesit untuk membelah kepadatan jalanan kota.

"Kalau mobil bensin, macet tengah kota itu pasti operasional membengkak, karena gas-rem-gas-rem itu yang bikin boros. Nah, EV ini punya kelebihan di sana. Saya jadi lebih tenang, sekaligus mobil ini memang lebih ringan dan lincah juga saat macet," ujar Noval.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Real Madrid vs Atletico 3-2: Real Madrid Jaga Asa Juara La Liga
• 2 jam lalumediaindonesia.com
thumb
H+1 Lebaran, 4.214 Pengunjung Padati Ragunan Sejak Pagi
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Kapan Mulai Puasa Syawal 2026? Cek Jadwal Pemerintah dan Muhammadiyah
• 11 jam laludetik.com
thumb
Lebaran di Penjara, Nikita Mirzani Dibawakan Ketupat oleh Keluarga
• 14 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Hindari Hoax, Kemenhub Minta Masyarakat Cek Info Mudik Lewat Nusantara Hub
• 11 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.