Fokus Benahi Polri dan TNI, Prabowo Tegaskan Tidak Ada yang Kebal Hukum

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto akan terus membenahi aparat penegak hukum, termasuk Polri dan TNI, sebagai upaya memperkuat fondasi negara dan meningkatkan kepercayaan publik. Presiden mengatakan reformasi tidak hanya terbatas pada satu institusi, melainkan mencakup seluruh perangkat negara yang memiliki peran dalam penegakan hukum.

“Yang saya ingin lakukan adalah transformasi bangsa, saya ingin perbaiki kondisi bangsa itu semua termasuk di situ adalah alat-alat penegak hukum,” ujar Prabowo dalam dialog bersama sejumlah tokoh dan jurnalis di kediamannya, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, dikutip pada Minggu, 22 Maret 2026.

Menurut Presiden, keberadaan lembaga penegak hukum yang profesional dan berintegritas menjadi syarat mutlak bagi negara yang kuat dan berhasil. Dia menegaskan tidak ada yang kebal terhadap hukum.

“Hukum, the rule of law, itu bagian penting daripada negara yang kuat dan berhasil,” tegas dia.

Prabowo memastikan tidak ada toleransi terhadap pelanggaran hukum, termasuk yang dilakukan aparat negara. Dia mengingatkan tindakan oknum dapat merusak kepercayaan terhadap institusi secara keseluruhan.

“Mungkin beberapa oknum dia punya power, dia bisa berbuat seenaknya, tapi ratusan ribu polisi yang lain terkena nama jeleknya,” ungkap dia.


Ilustrasi. Medcom
 

Baca Juga:  TNI Masih Dalami Dugaan Perintah hingga Motif Penyerangan Andrie Yunus

Dalam upaya pembenahan tersebut, dia menyatakan akan memberikan kesempatan kepada masing-masing institusi untuk melakukan perbaikan secara internal. Namun, apabila tidak ada perubahan, pemerintah akan mengambil langkah tegas.

“Saya pertama ingin memberi kesempatan tiap lembaga membersihkan diri. Kamu bisa perbaiki diri nggak? Kalau kau perbaiki diri saya kasih kesempatan,” ujar dia.

Presiden juga menyoroti pentingnya pengawasan di lapangan, termasuk terhadap praktik-praktik ilegal yang seharusnya dapat dicegah oleh aparat. Misalnya dalam kasus tambang.

“Bagaimana ada tambang ilegal babinsa tidak tahu, danramil tidak tahu, kodim tidak tahu, dandim tidak tahu?” kata dia.

Prabowo menegaskan langkah penindakan terhadap aparat yang melanggar hukum bukan hal baru dan telah dilakukan sebelumnya.

“Anda bisa lihat sudah berapa jenderal, bintang 3, bintang 2 yang kita pecat yang kita serahkan ke kejaksaan,” tegas dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bukan sumbangan Rp17 trilun, ini komitmen Indonesia dalam BoP
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
WFP: 45 Juta Orang Terancam Kelaparan, Indonesia Surplus Beras
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Lagi-lagi Asapi Hakim Danish, Ini Kata Veda Ega Pratama Usai Raih Podium 3 di Moto3 Brasil 2026
• 4 jam laluharianfajar
thumb
Eni Investasi US$15 Miliar Gas di Kaltim
• 16 jam lalubisnis.com
thumb
Arab Saudi Usir Atase Militer Iran
• 20 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.