Eni Investasi US$15 Miliar Gas di Kaltim

bisnis.com
7 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, BALIKPAPAN — Perusahaan energi global Eni resmi mengambil Final Investment Decision (FID) untuk pengembangan proyek gas Gendalo-Gandang (South Hub) dan Geng North-Gehem (North Hub) di lepas pantai Kalimantan Timur dengan nilai investasi mencapai US$15 miliar.

Keputusan ini diambil hanya 18 bulan setelah persetujuan Plan of Development (POD) pada 2024. 

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyambut baik keputusan investasi tersebut sebagai sinyal kuat kepercayaan investor global terhadap iklim investasi hulu migas di Indonesia.

"Keputusan investasi ini menjadi langkah penting dalam mendukung peningkatan produksi gas nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia. SKK Migas bersama pemerintah akan terus mendorong percepatan pengembangan proyek-proyek strategis seperti ini agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi negara dan masyarakat serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi," kata Djoko Siswanto dalam keterangan resmi, Jumat (20/3/2026).

Investasi senilai US$15 miliar ini menempatkan proyek Eni sebagai salah satu komitmen investasi asing terbesar dalam dekade terakhir.

Djoko mengungkapkan, pihaknya telah menjalankan proses tender pengadaan barang dan jasa serta membeli Long Lead Item (LLI).

Baca Juga

  • Penerimaan Pajak di Kaltimtara Ambrol 25% pada Februari 2026
  • Kinerja Jasa Keuangan Kalsel: Transaksi Saham Rp3,6 Triliun, P2P Paling Banyak Dikeluhkan
  • Jelang Lebaran, Bulog Kaltim Siapkan Stok Beras hingga 34.000 Ton

"Kemarin Managing Director Eni Indonesia telah melaporkan kepada Bapak Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang pengumuman FID ini," ucapnya.

Dia menyebutkan proyek South Hub mencakup pengembangan lapangan Gendalo dan Gandang pada kedalaman laut 1.000–1.800 meter dengan pengeboran 7 sumur produksi yang akan dihubungkan ke fasilitas Jangkrik yang sudah ada. 

Sementara itu, proyek North Hub yang mencakup Geng North dan Gehem akan dikembangkan pada kedalaman yang lebih menantang, yakni 1.700–2.000 meter dengan pengeboran 16 sumur produksi. 

Untuk proyek ini, Eni akan membangun Floating Production Storage and Offloading (FPSO) baru dengan kapasitas pemrosesan lebih dari 1 miliar kaki kubik gas per hari serta 90.000 barel kondensat per hari.

Secara keseluruhan, kedua proyek ini memiliki potensi sumber daya sekitar 10 triliun kaki kubik gas (TCF) dan 550 juta barel kondensat. 

Dia menyebutkan produksi diproyeksikan dimulai pada 2028 dan mencapai puncaknya pada 2029 dengan kapasitas sekitar 2 miliar kaki kubik gas per hari dan 90.000 barel kondensat per hari.

Menurutnya, gas yang diproduksi akan dialirkan ke darat melalui pipa untuk memasok jaringan distribusi domestik serta mendukung produksi LNG di fasilitas Bontang untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri dan ekspor. 

Sementara itu, kondensat akan diproses dan disimpan di fasilitas FPSO lepas pantai sebelum dikirim menggunakan kapal tanker.

Pemanfaatan kembali Train F fasilitas pencairan gas Bontang LNG Plant menjadi langkah strategis yang mempercepat monetisasi gas. 

Sebagaimana diketahui, fasilitas Bontang yang telah beroperasi sejak 1977 ini mengalami penurunan pasokan gas dalam beberapa tahun terakhir. Reaktivasi Train F akan menghidupkan kembali kapasitas produksi LNG yang sebelumnya idle

Dari aspek ketenagakerjaan, Djoko memproyeksikan dampak ekonomi yang signifikan. 

"Dengan nilai investasi tersebut, diperkirakan akan menyerap banyak sekali tenaga kerja, hingga ribuan orang," katanya.

Lebih lanjut, proyek ini akan menjadi bagian dari aset yang akan digabungkan dalam kerja sama bisnis antara Eni dan perusahaan energi Malaysia Petronas untuk membentuk perusahaan baru (NewCo) yang ditargetkan memiliki produksi lebih dari 500.000 barel setara minyak per hari pada 2029.

Pembentukan NewCo bersama Petronas merupakan strategi konsolidasi aset yang lazim dalam industri migas. 

Sebagai tambahan informasi, Eni telah beroperasi di Indonesia sejak 2001 dan menjadi salah satu produsen gas penting di kawasan Cekungan Kutai di Selat Makassar, wilayah yang kini berkembang sebagai pusat produksi gas strategis Indonesia. 

Rekam jejak Eni di Indonesia, khususnya dalam operasi Jangkrik Field, menunjukkan kapabilitas perusahaan ini dalam mengoperasikan proyek gas laut dalam yang kompleks.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wanita Tewas Terkunci di Jaktim Dibunuh Eks Suami Siri, Pelaku Ditangkap
• 8 jam laludetik.com
thumb
Anggota DPR Minta KPK Jelaskan Alasan Penahanan Rumah Yaqut Secara Transparan
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Terpopuler: Cristiano Ronaldo Dicoret dari Timnas Portugal, Timnas Indonesia Coret 17 Pemain
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
Polisi Tangkap Tangan Pelaku Pembakaran Lahan di Rohil Riau
• 22 jam laludetik.com
thumb
Kabar Gembira untuk Timnas Indonesia, Nilai Pasar Justin Hubner Melejit hingga 200 Persen
• 8 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.