tvOnenews.com - Kapten Timnas Indonesia Jay Idzes mendapat sorotan setelah dinilai melakukan pelanggaran dalam laga Serie A jelang tampil di FIFA Series 2026.
Skuad Garuda sendiri akan tampil sebagai tuan rumah menghadapi Timnas Saint Kitts dan Nevis, Timnas Kepulauan Solomon, dan Timnas Bulgaria pada jeda internasional Maret ini.
Turnamen tersebut menjadi debut bagi pelatih anyar John Herdman setelah menggantikan Patrick Kluivert.
- Instagram @352id
Herdman sebelumnya memanggil 41 pemain sebelum akhirnya mengerucutkan menjadi 24 nama untuk skuad final, dan Idzes termasuk salah satu andalan utama di lini belakang.
Sebelum bergabung dengan tim nasional, Idzes masih memperkuat klubnya, Sassuolo, saat menghadapi Juventus di Allianz Stadium.
Dalam pertandingan tersebut, Juventus sempat unggul lebih dulu melalui gol Kenan Yildiz pada menit ke-14.
Namun, Sassuolo berhasil menyamakan kedudukan lewat gol Andrea Pinamonti pada menit ke-52, yang berawal dari kontribusi penting Idzes.
Meski tampil cukup baik, Idzes hampir menjadi penyebab kekalahan timnya setelah melakukan handball di menit ke-87. Wasit kemudian meninjau insiden tersebut melalui VAR dan memutuskan memberikan penalti kepada Juventus.
- instagram Jay Idzes
Mantan wasit Serie A Luca Marelli menilai keputusan tersebut sudah tepat.
"Perlu dilakukan penilaian apakah ada sentuhan dengan lengan, itulah sebabnya pemeriksaan memakan waktu lama. Setelah memastikan bahwa Idzes menyentuh bola dengan lengannya, sentuhan tersebut dapat dihukum karena lengan berada di atas ketinggian bahu dan karena posisi lengannya benar-benar tidak beraturan," kata Marelli kepada DAZN.
Beruntung bagi Idzes dan Sassuolo, peluang emas Juventus gagal dimaksimalkan. Manuel Locatelli yang maju sebagai eksekutor penalti tidak mampu menaklukkan kiper Arijanet Muric.
Hingga peluit akhir dibunyikan, skor tetap bertahan 1-1, membuat Sassuolo terhindar dari kekalahan meski sempat berada dalam tekanan.
Insiden ini menjadi catatan bagi Idzes menjelang tugasnya bersama Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, di mana ia diharapkan tetap menjadi pilar utama di lini pertahanan skuad Garuda.




