Iran mengancam akan menyerang lokasi-lokasi energi di Timur Tengah, setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menyerang pembangkit listriknya
IDXChannel - Iran mengancam akan menyerang lokasi-lokasi energi di Timur Tengah, setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menyerang pembangkit listriknya jika Teheran tidak membuka Selat Hormuz.
Dilansir dari laman AlJazeera Senin (23/3/2026), infrastruktur dan fasilitas energi penting di kawasan itu dapat hancur secara permanen jika pembangkit listrik Iran menjadi sasaran, kata Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf dalam komentar yang diposting di X pada hari Minggu.
“Setelah pembangkit listrik dan infrastruktur di negara kita menjadi sasaran, infrastruktur energi dan minyak di seluruh wilayah akan dianggap sebagai sasaran yang sah dan akan dihancurkan secara permanen,” ujar Ghalibaf.
Qalibaf mengatakan infrastruktur regional akan menjadi sasaran yang sah jika fasilitas Iran diserang dan sebagai balasannya Iran akan meningkatkan harga minyak untuk waktu yang lama.
Komentarnya muncul setelah Trump pada hari Sabtu mengatakan AS akan menghancurkan pembangkit listrik Iran, jika Iran tidak membuka Selat Hormuz dalam waktu 48 jam.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan pada hari Minggu bahwa jalur air tersebut terbuka untuk semua kecuali mereka yang melanggar wilayah Iran.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga menegaskan bahwa jalur air tersebut tidak ditutup. Bahkan, dalam komentarnya di X, ia mengindikasikan bahwa AS dan Israel bertanggung jawab atas gangguan yang terjadi baru-baru ini.
“Kapal-kapal ragu-ragu karena perusahaan asuransi takut akan perang pilihan yang Anda picu bukan Iran. Tidak ada perusahaan asuransi dan tidak ada orang Iran yang akan terpengaruh oleh ancaman lebih lanjut," tutur dia.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) elit Iran mengatakan akan menutup sepenuhnya Selat Hormuz jika Trump terus mengancam untuk menargetkan fasilitas energi Iran.
(kunthi fahmar sandy)





