Puskesmas Tutup Saat Lebaran, Warga Bandung Kesulitan Akses Layanan Kesehatan

pantau.com
9 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Penutupan puskesmas selama libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah menjadi kendala bagi warga Bandung dan sekitarnya dalam mengakses layanan kesehatan, terutama fasilitas tingkat pertama bagi peserta BPJS Kesehatan.

Salah satu warga Cihanjuang, Kabupaten Bandung Barat, berinisial P (38), mengaku kesulitan mencari puskesmas yang buka saat hendak mengobati anaknya yang menderita cacar air.

"Saya KTP masih Kota Bandung dan anak saya faskes pertama di Puskesmas Sarijadi dan memang jaraknya juga tidak jauh dari rumah, tapi ketika akan berobat untuk cacar air anak saya, ternyata puskesmas tutup dan gerbangnya tertutup. Kemudian saya inisiatif ke Puskesmas Ciwaruga KBB, sama juga tutup," ungkapnya.

Karena tidak menemukan layanan puskesmas yang beroperasi, ia akhirnya memilih berobat ke klinik swasta meski harus mengeluarkan biaya lebih besar.

Kebijakan Libur dan Temuan di Lapangan

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah puskesmas seperti Puskesmas Sarijadi di Kota Bandung dan Puskesmas Ciwaruga di Kabupaten Bandung Barat memang tutup selama libur Lebaran.

Petugas keamanan di Puskesmas Sarijadi menyebut penutupan mengikuti kebijakan cuti bersama yang ditetapkan pemerintah.

Kondisi ini menimbulkan kesulitan bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan mendesak di tengah masa libur panjang.

Pemerintah Minta Puskesmas Tetap Beroperasi

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan puskesmas seharusnya tetap memberikan layanan kepada masyarakat meskipun dalam periode mudik Lebaran.

"Puskesmas itu harus buka. Memang kewenangannya itu di bupati dan wali kota, (tapi) saya sudah menyampaikan ke mereka untuk tetap melaksanakan kegiatan layanan. Jika warga mau lapor provinsi bisa juga, kita juga akan melakukan teguran, kemudian penekanan-penekanan itu bisa," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Raden Vini Adiani Dewi menjelaskan operasional puskesmas selama Lebaran umumnya difokuskan pada wilayah jalur mudik dan lokasi wisata.

"Jadi betul harus buka, tapi tergantung puskesmasnya lokasinya di jalur mudik dan wisata itu harus, serta ada posko-posko kesehatan kita sesuai aturan. Jika di wilayah yang bukan jalur mudik dan wisata utama mau tidak mau ke fasilitas lainnya misal swasta," jelasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Muncul Kekhawatiran Preseden bagi Tersangka Lain
• 1 jam lalukompas.id
thumb
Emiten Batu Bara Mitra Bara (MBAP) Cetak Laba Bersih Rp25,89 Miliar pada 2025
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
Peringatan Dini BMKG Jabodetabek Besok 24 25 Maret 2026, Bogor-Jakarta Diprediksi Hujan Sedang-Lebat
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
TMII dan Ragunan Diserbu Wisatawan: Piknik Bawa Bekal, Pedagang Raup Rezeki
• 18 jam lalukompas.com
thumb
Jalur Puncak Padat, Polres Bogor Terapkan One Way dan Siagakan 300 Personel
• 22 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.