Harga Minyak Berfluktuasi usai Tenggat Waktu 48 Jam yang Ditetapkan Trump untuk Iran

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Harga minyak mengalami fluktuasi pada perdagangan awal Asia Senin (22/3/2026), usai Presiden AS Donald Trump mengeluarkan tenggat waktu 48 jam bagi Iran.

Harga Minyak Berfluktuasi usai Tenggat Waktu 48 Jam yang Ditetapkan Trump untuk Iran (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Harga minyak mengalami fluktuasi pada perdagangan awal Asia Senin (22/3/2026), usai Presiden AS Donald Trump mengeluarkan tenggat waktu 48 jam bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Dilansir dari laman Investing Selasa (23/3/2026), kontrak minyak Brent dibuka hingga 2 persen lebih tinggi pada USD114,35 per barel, sebelum berbalik arah dan diperdagangkan turun 0,2 persen pada USD112,0 per barel pada pukul 19:16 ET (23:16 GMT).

Baca Juga:
PSSI Siap Buktikan Indonesia Bisa Jadi Tuan Rumah FIFA Series 2026

Sebelumnya, pada Sabtu malam, Trump mengatakan Iran memiliki waktu 48 jam untuk membuka kembali Selat Hormuz atau AS akan menghancurkan infrastruktur energi penting di negara tersebut.

Iran mengatakan, pihaknya akan membalas agresi AS dengan menutup sepenuhnya Selat Hormuz dan menyerang sistem energi dan air di negara-negara tetangganya di Teluk. 

Baca Juga:
124 Perusahaan Truk Kena Sanksi, Kemenhub Tindak Tegas Pelanggar Aturan ODOL

Laporan juga menunjukkan bahwa negara itu melancarkan serangan baru terhadap Israel pada Senin dini hari.

Ancaman Trump datang hanya sehari setelah laporan di mana dia mempertimbangkan untuk mengakhiri perang dengan Iran, meski Washington terus mengerahkan lebih banyak pasukan dan kapal ke Timur Tengah.

Baca Juga:
Total Kendaraan Tinggalkan Jabotabek pada 11-21 Maret 2026 Capai 2 Juta

Iran pun telah secara efektif memblokir Selat Hormuz sejak perang AS-Israel di Teheran  pada akhir Februari. Langkah ini memicu gangguan luas dalam pasokan minyak global, mengingat sekitar 20 persen konsumsi minyak dunia melewati jalur pelayaran tersebut.

Harga minyak telah melonjak hingga hampir USD120 per barel pada awal Maret, dan tetap mendekati level tersebut di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa konflik yang berkepanjangan akan sangat mengganggu pasokan global.

Baca Juga:
Iran Sebut Selat Hormuz Terbuka untuk Semua Pelayaran kecuali Kapal Musuh

Sementaara itu, Goldman Sachs pada hari Minggu menaikkan perkiraan harga minyak untuk kedua kalinya dalam dua minggu, dengan alasan meningkatnya risiko struktural dalam pasokan global akibat konflik berkepanjangan di Timur Tengah.

Bank investasi tersebut memperkirakan harga Brent rata-rata USD110 per barel pada Maret-April atau naik dari perkiraan sebelumnya sebesar USD98 per barel.

Baca Juga:
Prabowo Telepon Raja Yordania hingga Pangeran MBS pada Momen Hari Raya Idulfitri

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Libur Lebaran, Kunjungan ke Desa Wisata Penglipuran Meningkat Drastis
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Beberapa Hari Terakhir Hujan Lagi, BMKG Ungkap Kondisi Cuaca Ini
• 20 jam laludetik.com
thumb
14 Fitur Adobe Express Photos yang Harus Diketahui
• 20 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Koalisi 22 Negara Siap Amankan Selat Hormuz di Tengah Pembatasan Iran
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
KRI Prabu Siliwangi-321 Memasuki Perairan Indonesia
• 3 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.