Prediksi ini menjadi sinyal penting bagi masyarakat yang akan kembali ke Jakarta agar mengatur jadwal perjalanan lebih bijak dan menghindari kepadatan. Kapan puncak arus balik? Manajer Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengungkapkan lonjakan tertinggi arus balik diperkirakan terjadi pada tanggal tersebut.
"Untuk angka tertinggi (periode arus balik) di tanggal 24 Maret," kata Franoto Wibowo di Stasiun Pasarsenen, dilansir Antara, Senin, 23 Maret 2026.
Baca juga: Waspadai Puncak Arus Balik Mudik Lebaran 2026, Simak Tanggalnya Rata-rata 50 ribu penumpang per hari
Lebih lanjut, Franoto mengatakan rata-rata volume kedatangan periode arus balik yakni pada tanggal 23-29 Maret adalah sebanyak 50 ribu penumpang per hari.
"Angka ini (50 ribu) adalah (rata-rata kedatangan di) Stasiun Pasar Senen, Gambir, dan stasiun-stasiun lainnya, seperti Jatinegara, Bekasi, Cikarang, Karawang, dan Cikampek. Jadi, total rata-rata per harinya sekitar 50 ribu penumpang yang balik ke wilayah Daop 1 Jakarta," ujar Franoto.
"Ya, tetap untuk kereta api tambahan kita operasikan dari wilayah Daop 1 Jakarta. Kereta api tambahan ada 13 perjalanan keberangkatan dari Stasiun Gambir dan tujuh perjalanan dari Stasiun Pasarsenen. Jadi, totalnya 20 perjalanan kereta api tambahan, sampai tanggal 1 April," kata dia. Imbauan untuk penjemput di stasiun Selain itu, Franoto juga mengimbau masyarakat untuk tertib, terutama terkait penjemputan, agar arus mobilitas pemudik dapat berjalan dengan lancar.
"Dalam menghadapi masa arus balik, terutama yang turun atau tiba di Stasiun Pasarsenen, kami mengimbau kepada penjemput penumpang agar tidak menggunakan kendaraan roda empat dikarenakan kapasitas parkir di Stasiun Pasarsenen ini terbatas, sehingga dapat mengganggu atau memengaruhi kelancaran dari alur kendaraan di parkiran Stasiun Pasarsenen," ujar Franoto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)




