Bursa Asia Anjlok, Ketegangan AS-Iran Picu Aksi Jual Aset Berisiko

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Sentimen negatif dipicu oleh ultimatum Presiden AS Donald Trump kepada Teheran, yang mendorong investor keluar dari aset berisiko.

Bursa Asia Anjlok, Ketegangan AS-Iran Picu Aksi Jual Aset Berisiko (Foto" dok AFP)

IDXChannel - Bursa saham Asia kompak melemah pada perdagangan Senin (23/3/2026) seiring meningkatnya kekhawatiran eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. 

Sentimen negatif dipicu oleh ultimatum Presiden AS Donald Trump kepada Teheran, yang mendorong investor keluar dari aset berisiko.

Baca Juga:
Bursa Asia Bergerak Mixed, Harga Minyak dan Kebijakan Moneter China Pengaruhi Pasar

Melansir Investing, pasar Jepang dan Korea Selatan menjadi yang paling tertekan di kawasan. Indeks Nikkei 225 dan TOPIX masing-masing merosot antara 2,8 persen hingga 3,5 persen. Sementara itu, KOSPI anjlok hampir 5 persen, menjadikannya salah satu yang terburuk di Asia.

Tekanan terhadap Korea Selatan juga dipicu kekhawatiran kebijakan moneter yang lebih ketat setelah penunjukan Shin Hyun-seong sebagai Gubernur baru bank sentral. 

Baca Juga:
Bursa Asia Menguat Dipimpin Kospi Korsel dan Nikkei Jepang

Pernyataannya sebelumnya yang cenderung hawkish terutama terkait inflasi dan kredit meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank of Korea dalam waktu dekat.

Sentimen pasar turut dibayangi lonjakan harga energi yang berpotensi mendorong inflasi global lebih tinggi dan membuat bank sentral semakin agresif. Harga minyak tetap tinggi dalam perdagangan Asia, memperkuat kekhawatiran tersebut.

Ketegangan geopolitik semakin meningkat setelah Trump memberikan tenggat waktu 48 jam kepada Iran untuk membuka kembali jalur pelayaran Selat Hormuz. Jika tidak dipatuhi, AS mengancam akan menyerang infrastruktur energi vital Iran.

Iran merespons dengan ancaman serangan terhadap fasilitas energi dan air di kawasan Timur Tengah serta memperingatkan akan menutup sepenuhnya Selat Hormuz jika tekanan terus berlanjut. 

Konflik yang telah memasuki pekan keempat ini menunjukkan sedikit tanda mereda, dengan laporan serangan lanjutan di Iran dan Israel.

Di kawasan lain, indeks Hang Seng Index turun 3,1 persen, sementara CSI 300 dan Shanghai Composite masing-masing melemah sekitar 2 persen.

Indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,7 persen, sedangkan Straits Times Index melemah 1,8 persen. Kontrak berjangka Nifty 50 India juga turun 0,3 persen.

Pelemahan ini mengikuti tren negatif di Wall Street, yang telah mencatat empat pekan berturut-turut penurunan di tengah minimnya tanda de-eskalasi konflik. Kontrak berjangka S&P 500 juga tercatat turun 0,2 persen dalam perdagangan awal.

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemda Lamban Kumpulkan Data Jadi Kendala Pembangunan Huntap Pascabencana Sumatera
• 27 menit lalukompas.com
thumb
Arus Balik Dimulai, 1.401 Pemudik Tiba di Terminal Pulogebang
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
Bukan karena Sakit, KPK Izinkan Yaqut Jadi Tahanan Rumah Berdasarkan Permohonan Keluarga
• 6 jam lalurealita.co
thumb
Puncak Arus Balik 2026 Diprediksi Tembus 285 Ribu Kendaraan, Menhub Imbau Pemudik Hindari Tanggal 24 Maret
• 5 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Marc Klok Sebut Sembilan Laga Sisa Persib sebagai Final
• 10 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.