Gara-gara Pemain Timnas Indonesia, Media Malaysia Sebut Liga Belanda Jadi Kacau

tvonenews.com
8 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Isu yang melibatkan bek Timnas Indonesia, Dean James, kini semakin meluas dan menarik perhatian media luar negeri.

Setelah sebelumnya ramai dibahas di Belanda dan Vietnam, kini giliran media Malaysia ikut menyoroti polemik yang disebut-sebut mengguncang kompetisi Eredivisie.

Sorotan ini bermula dari klaim NAC Breda terkait status administratif Dean James.

Klub tersebut mempertanyakan apakah sang pemain seharusnya didaftarkan sebagai pemain non-Uni Eropa (non-UE), bukan sebagai pemain lokal.

Media Malaysia, Makan Bola, bahkan menyebut situasi ini sebagai “kekacauan” di Liga Belanda.

Mereka mengangkat isu ini dengan menyoroti regulasi ketat terkait pemain non-Uni Eropa di Eredivisie.

"Liga Belanda dilanda kekacauan terkait status pemain keturunan Indonesia,"

"Kompetisi sepak bola papan atas Belanda dikejutkan oleh tuduhan dari NAC Breda mengenai status seorang pemain keturunan Indonesia."

"Klub tersebut mengklaim bahwa Dean James seharusnya didaftarkan sebagai pemain non-Uni Eropa (UE) untuk kompetisi Eredivisie."

"Hal ini karena James tidak dibayar sesuai dengan aturan liga utama Belanda," tulis Makan Bola.

Pemain Go Ahead Eagles Dean James
Sumber :
  • Go Ahead Eagles

Mengacu pada regulasi liga, pemain non-UE berusia di atas 20 tahun wajib menerima gaji minimum yang jauh lebih tinggi dibanding pemain lokal.

Aturan ini dibuat untuk menjaga keseimbangan kompetisi dan mencegah klub merekrut pemain asing dengan biaya murah.

"Menurut peraturan Eredivisie , pemain non-Uni Eropa yang berusia 20 tahun ke atas harus mendapatkan gaji 150% lebih tinggi dari gaji rata-rata pemain di liga tersebut."

"Ini berarti mereka akan menerima gaji tahunan yang tinggi." lanjutnya.

Dalam laporan tersebut, Dean James dianggap seharusnya masuk kategori pemain non-Uni Eropa karena telah memperkuat Timnas Indonesia di level internasional.

"Oleh karena itu, Breda berpendapat bahwa James harus didaftarkan sebagai pemain non-Uni Eropa,"

"Hal ini karena pemain berusia 25 tahun itu mewakili Indonesia di tingkat internasional."

Jika klaim ini terbukti benar dan disetujui oleh KNVB, dampaknya bisa cukup besar.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Uang Palsu Kembali Beredar, Warga Sopa Bulukumba jadi Korban usai Jual Ponsel
• 9 jam laluharianfajar
thumb
Pesawat ‘Tank Terbang’ Tua dan Jelek yang Ingin Dihapus AS Bersinar dalam Misi di Selat Hormuz
• 8 jam laluerabaru.net
thumb
Kemnaker Perluas Akses Pelatihan Vokasi Nasional 2026, Batasan Tahun Kelulusan Dihapus
• 20 jam lalurealita.co
thumb
Video: Kim Jong Un Kembali Terpilih Menjadi Pemimpin Korea Utara
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pemudik Hindari Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Ini Jadwalnya
• 8 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.