TEHERAN, KOMPAS.TV - Iran bereaksi dengan ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang ingin Selat Hormuz.
Trump sebelumnya mengancam akan menyerang fasilitas energi Iran jika Selat Hormuz tidak juga dibuka dalam waktu 48 jam.
Garda Revolusi Iran (IRGC) menegaskan, mereka akan menutup Selat Hormuz jika AS menyerang fasilitas energi mereka.
IRGC juga menegaskan penutupan tersebut akan dilakukan dalam waktu lama.
“Selat Hormuz akan sepenuhnya ditutup dan tak akan dibuka hingga pembangkit listrik kami yang hancur dibangun kembali,” bunyi pernyataan IRGC dikutip dari The Guardian, Senin (23/3/2028).
Baca Juga: Turki Peringatkan Iran, Negara Teluk Akan Membalas jika Serangan Berlanjut
Anggota Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf menambahkan peringatan perlawanan Iran.
Di media sosial X, ia mengatakan infrastruktur penting dan fasilitas energi Timur Tengah dapat hancur secara permanen jika pembangkit listrik Iran diserang.
Sebelumnya pada Sabtu (21/3/2026), Trump di media sosial Truth menegaskan bakal menghancurkan pembangkit listrik Iran jika Selat Hormuz tak dibuka.
“Jika Iran tak membuka sepenuhnya Selat Hormuz tanpa ancaman, dalam waktu 48 jam dari saat ini, Amerika Serikat akan menghantam dan menghancurkan sejumlah pembangkit listrik, yang dimulai dari yang terbesar,” kata Trump di media sosial miliknya itu.
Penulis : Haryo Jati Editor : Deni-Muliya
Sumber : The Guardian
- iran
- donald trump
- garda revolusi iran
- selat hormuz
- menutup selat hormuz





