Konflik Timur Tengah Kian Panas, Dolar Berbalik Menguat di Awal Pekan

idxchannel.com
9 jam lalu
Cover Berita

Penguatan dolar terjadi setelah meningkatnya ancaman saling serang antara Amerika Serikat dan Iran.

Konflik Timur Tengah Kian Panas, Dolar Berbalik Menguat di Awal Pekan (Foto: dok Freepik)

IDXChannel - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan Senin (23/3/2026) seiring meningkatnya ketegangan konflik di Timur Tengah.

Penguatan dolar terjadi setelah meningkatnya ancaman saling serang antara Amerika Serikat dan Iran, yang meredam selera risiko pasar global. 

Baca Juga:
Mulai April 2026, BI Turunkan Batas Pelaporan Transaksi Dolar AS

Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang infrastruktur listrik Iran, sementara Teheran menyatakan siap membalas dengan menyerang fasilitas vital di kawasan.

Melansir CNA, Indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback terhadap sejumlah mata uang utama tercatat naik 0,08 persen ke level 99,62. Penguatan ini terjadi setelah sebelumnya dolar sempat mencatat pelemahan mingguan pertama sejak konflik dimulai.

Baca Juga:
Investor Beralih ke Dolar AS, Tekan Harga Emas di Tengah Ketegangan Global

Sementara itu, sejumlah mata uang utama dunia justru melemah terhadap dolar. Euro turun 0,16 persen ke USD1,1552, yen Jepang melemah 0,14 persen ke 159,45 per dolar, dan poundsterling turun 0,06 persen ke USD1,3331.

Di kawasan Asia, dolar Australia yang kerap menjadi indikator sentimen global juga melemah 0,43 persen ke USD0,6993, sementara dolar Selandia Baru turun 0,26 persen ke USD0,5819.

Baca Juga:
Dolar Turun dari Puncak, Bank Sentral Global Makin Hawkish 

Sementara itu, lonjakan inflasi akibat harga energi juga mendorong perubahan ekspektasi kebijakan moneter global. Federal Reserve (The Fed) kini diperkirakan tidak akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat, berbeda dengan ekspektasi sebelumnya.

Sebaliknya bank sentral utama lainnya mulai menunjukkan sikap lebih hawkish. European Central Bank dan Bank of England mempertahankan suku bunga, namun memberikan sinyal kewaspadaan terhadap inflasi. Bahkan Bank of Japan membuka peluang kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

Di pasar obligasi, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun naik mendekati level tertinggi delapan bulan di kisaran 4,415 persen mencerminkan meningkatnya kekhawatiran inflasi.

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Diserbu Netizen Gegara Stok BBM di SPBU Kosong, Shell Buka Suara
• 43 menit lalubisnis.com
thumb
Operasi Ketupat Hari ke-11: Ada 251 Kasus Kecelakaan, 17 Orang Tewas
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Hendak Rekreasi ke Toraja, Dua Pelajar asal Luwu Tewas dalam Perjalanan
• 4 jam laluharianfajar
thumb
Bandara AS Kacau Usai 40 Hari Shutdown, Trump Kerahkan Personel ICE
• 11 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
One Way Arus Balik Resmi Berlaku di Tol Cipali, 38 Ribu Kendaraan Mengalir ke Jakarta
• 33 menit lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.