Pantau - Sejumlah personel militer Amerika Serikat dilaporkan mengalami kekecewaan terhadap keterlibatan negaranya dalam konflik dengan Iran, termasuk munculnya penolakan untuk berperang demi kepentingan tertentu.
Keluhan Moral dan Tekanan MentalMenurut laporan HuffPost yang mengutip wawancara dengan personel militer aktif, cadangan, serta organisasi pembela hak militer, sebagian prajurit menyuarakan kelelahan dan tekanan psikologis.
Beberapa di antaranya bahkan mempertimbangkan untuk meninggalkan karier militer.
“Saya mendengar dari mulut para anggota militer kata-kata, ‘Kami tidak ingin mati untuk Israel — kami tidak ingin menjadi pion-pion politik,’” ujar seorang anggota pasukan cadangan.
Minim Narasi yang JelasLaporan tersebut juga menyoroti ketidakjelasan narasi dan tujuan operasi militer sebagai faktor utama menurunnya moral prajurit.
Ketidakpuasan ini dinilai berpotensi memengaruhi efektivitas operasi militer AS di kawasan Timur Tengah.
Konflik Terus MemanasKonflik antara AS-Israel dan Iran dilaporkan telah berlangsung sejak 28 Februari 2026.
Iran telah melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Sementara itu, laporan lain menyebut Pentagon telah menyiapkan berbagai skenario, termasuk kemungkinan pengerahan pasukan darat ke Iran.
Situasi ini menandakan eskalasi konflik yang masih terus berkembang dan berpotensi memperluas dampaknya di kawasan.



