FAJAR, MAKASSAR – PSM Makassar kembali mendapat sanksi dari FIFA setelah terlibat dalam sengketa pembayaran gaji pemain. Akibatnya, Juku Eja dilarang melakukan aktivitas transfer selama tiga periode berturut-turut. Sanksi ini menjadi yang keempat kalinya musim 2025/2026.
Dalam bulan ini, tim asal Makassar itu dua kali dalam daftar sanksi FIFA pada 9 Maret dan 20 Maret 2026. Sanksi ini diduga berhubungan dengan sengketa gaji dengan dua pemain asing, Daisuke Sakai dan Alosio Neto.
Ironisnya, sanksi ini dijatuhkan saat PSM tengah merayakan libur Lebaran bersama keluarga. Ini memberikan tekanan tambahan pada manajemen yang tengah berusaha fokus berusaha menyodok ke papan tengah untuk menghindari jurang degradasi.
Sanksi FIFA yang menjatuhkan larangan transfer selama tiga periode ini sudah menjadi masalah berulang bagi PSM Makassar. Pada 8 Oktober 2025, sanksi pertama muncul akibat sengketa finansial dengan mantan pelatih mereka, Bernardo Tavares.
Setelah itu, masalah serupa muncul dengan mantan pemain, Lucas Dias, yang juga menuntut hak-haknya. Pada Januari 2026, PSM kembali dikenakan sanksi FIFA. Kali ini terkait dengan tunggakan gaji terhadap beberapa pemain asing lainnya.
Tak hanya itu, pada 29 Januari 2026, sanksi FIFA kembali diterapkan setelah tim memperkenalkan striker baru, Luka Cumic, sebagai pengganti Abu Kamara. Kini, dengan sanksi terbaru pada 9 Maret 2026, PSM terlibat dalam sengketa baru dengan pelatih Tomas Trucha, yang masih menjadi masalah internal tim.
Beban Berat Pasukan Ramang
Pemberian sanksi tersebut menambah beban besar bagi manajemen Pasukan Ramang, yang harus berjuang di tengah persaingan yang semakin ketat di kompetisi. Selain itu, penjatuhan sanksi FIFA pada saat mendekati bursa transfer putaran pertama menambah tekanan bagi tim.
Manajemen PSM Makassar juga tengah menghadapi ketidakpastian terkait masa depan Tomas Trucha, pelatih yang saat ini terlibat sengketa dengan pihak klub. Meskipun status Trucha masih dalam struktur kepelatihan, keputusan final terkait masa depannya belum diumumkan.
FIFA dan Masa Depan PSM Makassar
Sampai saat ini, manajemen PSM belum memberikan tanggapan resmi terkait sanksi terbaru FIFA. Sulaiman Abdul Karim, Media Officer PSM, belum memberikan keterangan terkait masalah ini.
Dalam sesi konferensi pers beberapa waktu lalu, Asisten Pelatih PSM, Ahmad Amiruddin, menjelaskan bahwa keputusan terkait nasib Tomas Trucha masih dalam proses internal. Namun, Amiruddin menyatakan Trucha masih pelatih PSM.
“Kami masih rapatkan keputusan terkait masa depan pelatih, karena pengambilan keputusan di manajemen tidak bisa dilakukan secara sepihak,” ungkap Amiruddin.
Di sisi lain, PSM juga telah menunjuk Zulkifli Syukur sebagai direktur teknik. Ini mengindikasikan bahwa sebenarnya tongkat komando Pasukan Ramang ada di tangan Zukifli Syukur dan Ahmad Amiruddin.
Dengan kondisi ini, PSM Makassar harus segera mencari solusi agar bisa kembali fokus pada persaingan di Super League. Mengingat, sanksi FIFA yang berulang dapat terus mengganggu kestabilan tim. (*)





