Presiden Prabowo Subianto buka suara mengenai perang Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel, dengan kemungkinan efek ekonomi Indonesia dan dampak lainnya jika di antara kedua pihak ada yang menang.
Prabowo mengakui, di tengah keadaan geopolitik seperti ini, dirinya memilih bersikap realistis dengan tetap mempersiapkan skenario terburuk, meski tetap berharap pada hasil yang positif.
“Saya selalu mau siap untuk kemungkinan yang paling jelek. Jadi, always strengthen our fundamentals, itu satu yang penting kita punya kembali rule of law dan governance itu baik,” kata Prabowo dalam tayangan kanal YouTube resmi Prabowo Subianto yang bertajuk “Presiden Prabowo Menjawab (Part 2)”, dikutip Senin (23/3).
Menurutnya, arus masuk investasi dan perputaran uang akan selalu masuk ke Indonesia, terlepas dari ada atau tidaknya konflik.
Ia juga menilai Indonesia memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan negara lain, terutama dari sisi jumlah penduduk yang besar, sumber daya alam yang melimpah, serta posisi sebagai negara berkembang dengan potensi pertumbuhan tinggi. “Di mana ada negara sebesar kita sekarang? China sudah. India sudah. There's no other country like us,” lanjut Prabowo.
Dengan jumlah penduduk yang mendekati 300 juta jiwa dan kondisi masyarakat yang masih memiliki ruang untuk peningkatan kesejahteraan, Prabowo melihat peluang pertumbuhan ekonomi yang sangat besar apabila potensi tersebut dapat diberdayakan secara optimal.
“Jadi kalau ini kita berdayakan, we can empower them with money, can you imagine the growth?” sebutnya.
Karena itu, Prabowo menyatakan pentingnya memperkuat kondisi domestik sebagai langkah utama dalam menghadapi ketidakpastian global, termasuk dampak dari konflik geopolitik.





