Presiden Prabowo Subianto mengeklaim pemerintah telah berhasil menghemat dan merealokasi anggaran hingga sekitar Rp 800 triliun. Hal ini disampaikannya dalam kanal YouTube resmi bertajuk “Presiden Prabowo Menjawab”, dikutip Senin (23/3).
Dalam penjelasannya, Prabowo menyoroti masih adanya kebocoran anggaran negara yang dinilai cukup besar. Ia menyebut potensi efisiensi bisa berasal dari perbaikan produktivitas belanja negara.
“Saya nih kok berpendapat, ya, uang kita ada di mana-mana tapi saya nggak ngerti apa elite kita ngerti atau paham atau tidak. Saya sudah ceritakan di awal pemerintahan saya, saya bisa menghemat Rp 300 triliun di akhir tahun pertama another Rp 200 triliun, (total) Rp 500 triliun," ujar Prabowo.
Ia menambahkan, jika kebocoran anggaran yang diperkirakan mencapai 30 persen bisa ditekan, bahkan sebagian kecil saja sudah memberi dampak besar.
"Kalau 10 persen saja itu adalah Rp 300 triliun dari situ saja nah saya kasih lihat lagi, ya, jadi sebetulnya uangnya itu ada," lanjutnya.
Pernyataan tersebut diperkuat oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi yang menyebut tambahan efisiensi terus dilakukan.
“Sudah dapat Rp 80 triliun (efisiensi) di luar yang sudah di alokasi. Yang sudah bapak realokasi sudah hampir Rp 800 triliun. Kemudian bapak perintahkan untuk efisiensi kembali sekitar Rp 81 triliun,” kata Pras.
Prabowo menegaskan, langkah efisiensi ini menjadi bagian dari strategi menghadapi ketidakpastian global, termasuk potensi konflik. Pemerintah, kata dia, tidak tinggal diam dan terus menyiapkan langkah antisipatif.
“Masa kita duduk diam? Kita akan melakukan segala upaya. Kita mau turunkan konsumsi kita mau tingkatkan biodiesel kita yang 100 gigawatt dan sebagainya,” tegasnya.
Meski demikian, ia menyebut pemerintah tetap akan melihat perkembangan situasi sebelum mengubah prioritas program. Menurutnya, tim kabinet telah bekerja untuk menghitung berbagai skenario ke depan.
“Saya punya menteri, saya punya tim cukup bagus, kita juga sudah ambil langkah-langkah, bukan kita tunggu krisis kita antisipasi,” ujarnya.





