Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian, mengungkapkan pemulihan kabupaten dan kota yang terdampak bencana kini telah mencapai 73%.
Tito menyebutkan ada sebanyak 52 kabupaten dan kota yang terdampak, dan 38 di antaranya sudah pulih atau normal.
"Kalau ditotal, kira-kira yang sudah normal itu adalah 38 dari 52, 73%," tutur Tito saat ditemui di kediamannya, Senin (23/3).
Ia pun menampilkan sejumlah data untuk merinci lokasi 38 kabupaten dan kota yang dikategorikan normal tersebut, yakni 13 kabupaten dan kota di Sumatera Barat, 15 kabupaten dan kota di Sumatera Utara, dan 10 kabupaten dan kota di Aceh.
Sementara itu, ada sebanyak 3 kabupaten dan kota yang pemulihannya dikategorikan mendekati normal. Ketiganya adalah Kabupaten Tanah Datar di Sumatera Barat, Kabupaten Tapanuli Selatan di Sumatera Utara, dan Kabupaten Bener Meriah di Aceh.
"Mendekati normal 6%," ucap Tito.
Untuk 11 kabupaten dan kota lainnya, pemulihannya dikategorikan perlu atensi khusus.
Di antaranya Kabupaten Padang Pariaman dan Kabupaten Agam di Provinsi Sumatera Barat; Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kabupaten Tapanuli Utara di Provinsi Sumatera Utara; serta Kabupaten Bireuen, Kabupaten Aceh Timur, Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Gayo Lues, Kabupaten Aceh Tamiang, dan Kabupaten Pidie Jaya di Provinsi Aceh.
Terhadap 11 kabupaten dan kota yang memerlukan atensi khusus tersebut, Tito mengatakan bahwa kekuatan Satgas PRR akan difokuskan ke kawasan tersebut.
"Kami akan fokuskan kekuatan di 11 ini, (persentasenya) 21%," ujar Tito.
Tito pun memaparkan kriteria dari ketiga kategori kondisi pemulihan kabupaten dan kota tersebut. Hal itu diukur dari 11 aspek:
Aspek pemerintahan
Layanan publik
Akses darat
Ekonomi
Sosial
Indikator dasar lain
Normalisasi sungai
Persawahan dan perkebunan
Perikanan
Pengungsian di tenda
Penyaluran bantuan bencana
Untuk yang dikategorikan normal, hampir semua aspek tersebut dinilai telah berjalan normal. Paling tidak, ada satu aspek yang belum terpenuhi dalam kategori ini, misalnya penyaluran bantuan bencana terkait hunian tetap di Kabupaten Aceh Tenggara dan Kabupaten Pidie yang masih belum tersalurkan penuh.
Sementara untuk kategori mendekati normal, beberapa aspek masih belum berjalan optimal, terutama pada akses darat dan kebutuhan air yang termasuk dalam indikator dasar lainnya.
Adapun untuk kategori yang memerlukan atensi khusus, terdapat cukup banyak variabel yang belum terpenuhi. Yang paling dominan, di Kabupaten Aceh Tengah terdapat 10 variabel yang masih belum terpenuhi.




