Bisnis.com, JAKARTA — PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memperkuat kesiapan pelayanan pada arus balik Lebaran 2026 yang tengah berlangsung hingga akhir Maret.
Corporate Secretary ASDP Windy Andale menyampaikan, persiapan arus balik termasuk mengoptimalkan pengalihan layanan melalui Pelabuhan BBJ Bojonegara untuk kendaraan golongan VIB, VII, VIII, dan IX mulai 23–29 Maret 2026. Sementara kendaraan lain, termasuk sepeda motor, tetap dilayani melalui Pelabuhan Merak.
Kemudian, pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) diterapkan secara dinamis untuk mempercepat bongkar muat dan menjaga rotasi kapal.
“Selain itu, optimalisasi Port Operational Control Center di lintasan Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk memperkuat kendali operasional berbasis real time,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip pada Senin (23/3/2026).
Menghadapi arus balik, pada periode Lebaran atau hari H sampai H+10, ketersediaan tiket di lintasan Jawa–Sumatra dan Jawa–Bali masih banyak tersedia, yakni mencapai 98,66%. Dengan kata lain, tak sampai 5% tiket yang telah terjual.
Menurutnya, penjualan yang masih rendah ini merupakan tren penumpang kapal yang kerap membeli tiket mendekati waktu keberangkatan.
Baca Juga
- H+2 Lebaran 2026, Arus Balik Pemudik di Stasiun Whoosh Halim Mulai Ramai
- Catat! Daftar Nomor Telepon Penting saat Puncak Arus Balik Lebaran 2026
- Kapan Puncak Arus Balik Libur Lebaran 2026?
Untuk itu, Windy mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal dan membeli tiket melalui Ferizy, serta memastikan data penumpang sesuai dan datang ke pelabuhan tepat waktu. ASDP juga mengimbau masyarakat memanfaatkan program stimulus diskon tarif yang masih tersedia luas.
Sejak 12 Maret 2026, program ini telah dimanfaatkan lebih dari 1,06 juta pengguna jasa, dengan potongan hingga 100% tarif jasa pelabuhan atau sekitar 21,9% dari total tarif.
Hingga 21 Maret 2026 pukul 23.59 WIB, realisasi penyerapan stimulus mencapai Rp14,5 miliar atau 40,84% dari target, dengan jumlah pengguna jasa mencapai 62,36%. Perbedaan persentase dipengaruhi variasi jenis kendaraan dan lintasan.
Program ini berlaku di 7 lintasan dan 14 pelabuhan, yakni Merak–Bakauheni, Ketapang–Gilimanuk, Lembar–Padangbai, Kupang–Rote, Kupang–Kalabahi, Kupang–Hansisi, serta Galala–Namlea.
Selain itu, kebijakan single tarif di Pelabuhan Bakauheni diberlakukan mulai 23 hingga 31 Maret 2026 guna menjaga kelancaran arus balik.
Dengan tingginya antusiasme masyarakat, ASDP menegaskan komitmennya menjaga layanan penyeberangan tetap lancar, aman, dan nyaman, khususnya pada periode arus balik Lebaran.
Adapun, secara kumulatif sejak H-10 hingga hari H, total penumpang mencapai 2.596.597 orang atau naik 5,4% dibandingkan tahun lalu sebanyak 2.463.910 orang. Total kendaraan tercatat 667.526 unit atau meningkat 7,2% dibandingkan 622.604 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada periode harian (H) tanggal 21 Maret 2026, total penumpang tercatat 156.838 orang atau naik 1,7% dari 154.237 orang tahun lalu. Sementara kendaraan mencapai 40.066 unit atau meningkat 0,6% dibandingkan 39.811 unit.
Lintasan Jawa–Sumatra–Bali tetap menjadi koridor tersibuk dan vital nasional. Untuk menjaga kelancaran, ASDP menerapkan penyesuaian pola operasi kapal, kesiapan personel, hingga rekayasa lalu lintas berupa pengalihan kendaraan dan delaying system di sejumlah buffer zone.





