EtIndonesia. Polisi Inggris sedang menyelidiki dugaan serangan pembakaran terhadap empat kendaraan milik layanan ambulans Yahudi di London pada Senin (23/3) pagi.
Polisi mengatakan insiden tersebut diperlakukan sebagai kejahatan kebencian anti-Semit.
Petugas dipanggil ke Golders Green, sebuah lingkungan di London dengan populasi Yahudi yang besar, setelah menerima laporan kebakaran.
Empat ambulans milik Hatzola Northwest, sebuah organisasi sukarelawan yang menyediakan respons medis darurat, mengalami kerusakan, menurut dinas pemadam kebakaran London.
Beberapa tabung gas di kendaraan tersebut meledak, menyebabkan jendela pecah di blok apartemen yang berdekatan, kata dinas tersebut dalam sebuah pernyataan, menambahkan bahwa tidak ada laporan cedera dan api telah berhasil dikendalikan.
Penyebab kebakaran sedang diselidiki, kata pihak berwenang.
“Kami tahu insiden ini akan menimbulkan banyak kekhawatiran di masyarakat dan petugas tetap berada di lokasi untuk melakukan penyelidikan mendesak,” kata Inspektur Polisi Sarah Jackson.
Dia menambahkan bahwa belum ada penangkapan yang dilakukan, dan polisi sedang melakukan patroli tambahan di daerah tersebut.
Polisi mengatakan laporan ledakan dikaitkan dengan tabung gas di ambulans. Rumah-rumah di dekatnya dievakuasi sebagai tindakan pencegahan.
Jumlah insiden anti-Semit yang dilaporkan di seluruh Inggris telah melonjak sejak dimulainya perang Israel-Hamas pada akhir tahun 2023, menurut Community Security Trust, yang bekerja untuk melindungi komunitas Yahudi. Kelompok tersebut mencatat 3.700 insiden pada tahun 2025, naik dari 1.662 pada tahun 2022.
Pada Oktober 2025, seorang penyerang menabrakkan mobilnya ke orang-orang yang berkumpul di luar sinagoge Manchester untuk merayakan hari raya Yahudi Yom Kippur dan menikam satu orang hingga tewas. Satu orang lainnya meninggal selama serangan itu setelah secara tidak sengaja tertembak oleh polisi.(yn)





