Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menelepon beberapa pemimpin negara, yaitu Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan, Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif, PM Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), dan Raja Yordania Abdullah II dalam rangka Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya saat dihubungi di Jakarta, Senin, menjelaskan Presiden Prabowo menelepon pemimpin-pemimpin negara itu setelah merampungkan agenda Idulfitri di tanah air, yang berlangsung sejak malam takbiran di Medan, Sumatera Utara, pada Jumat (20/3) malam, kemudian shalat Id di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, pada Sabtu (21/3) pagi, yang dilanjutkan dengan halalbihalal dan gelar griya di Istana Kepresidenan RI pada Sabtu siang sampai dengan petang hari.
"Dalam beberapa hari di suasana Idulfitri ini, Presiden Prabowo melaksanakan silaturahmi melalui sambungan telepon dengan para pemimpin negara muslim, di antaranya Presiden Republik Turki Recep Tayyip Erdoğan, Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, Raja Abdullah II dari Kerajaan Yordania, dan Perdana Menteri Kerajaan Arab Saudi, Mohammed bin Salman," ujar Seskab Teddy.
Teddy melanjutkan dalam waktu dekat Presiden Prabowo akan menghubungi pemimpin-pemimpin negara lainnya.
"Beberapa Kepala Negara lainnya juga akan dihubungi dalam waktu dekat, menunggu konfirmasi dari masing-masing negara," sambung Teddy.
Menurut Seskab, momen silaturahmi melalui sambungan telepon itu bukan hanya sekadar tradisi dalam suasana Hari Raya Idulfitri, melainkan juga menjadi bukti eratnya persaudaraan antara Indonesia dengan negara-negara berpenduduk mayoritas muslim lainnya.
"Silaturahmi ini menjadi wujud eratnya persaudaraan dan kerja sama antarnegara-negara muslim sekaligus memperkuat hubungan bilateral di tengah suasana penuh keberkahan," ujar Seskab Teddy.
Sementara itu, Sekretariat Presiden dalam siaran resminya, Minggu (22/3), yang dikonfirmasi kembali pada hari ini, menjelaskan momen silaturahmi yang dilakukan oleh Presiden Prabowo melalui sambungan telepon menegaskan Indonesia hadir sebagai jembatan persatuan.
"Momen ini menjadi penegasan bahwa Indonesia tidak hanya hadir sebagai negara muslim terbesar, tetapi juga sebagai jembatan persatuan yang membawa pesan damai, kerja sama, dan harapan bagi dunia Islam. Idulfitri pun menjadi lebih dari sekadar perayaan, tetapi sekaligus sebagai ruang diplomasi, penguat ukhuwah, dan simbol komitmen Indonesia untuk terus merajut persatuan global," demikian siaran resmi Sekretariat Presiden RI.
Baca juga: KPK soal Yaqut dan tahanan rumah warnai berita hukum terpopuler
Baca juga: Prabowo dominasi berita politik populer, dari BoP hingga dagang
Baca juga: Prabowo tegaskan kepentingan nasional dalam perjanjian dagang AS
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya saat dihubungi di Jakarta, Senin, menjelaskan Presiden Prabowo menelepon pemimpin-pemimpin negara itu setelah merampungkan agenda Idulfitri di tanah air, yang berlangsung sejak malam takbiran di Medan, Sumatera Utara, pada Jumat (20/3) malam, kemudian shalat Id di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, pada Sabtu (21/3) pagi, yang dilanjutkan dengan halalbihalal dan gelar griya di Istana Kepresidenan RI pada Sabtu siang sampai dengan petang hari.
"Dalam beberapa hari di suasana Idulfitri ini, Presiden Prabowo melaksanakan silaturahmi melalui sambungan telepon dengan para pemimpin negara muslim, di antaranya Presiden Republik Turki Recep Tayyip Erdoğan, Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, Raja Abdullah II dari Kerajaan Yordania, dan Perdana Menteri Kerajaan Arab Saudi, Mohammed bin Salman," ujar Seskab Teddy.
Teddy melanjutkan dalam waktu dekat Presiden Prabowo akan menghubungi pemimpin-pemimpin negara lainnya.
"Beberapa Kepala Negara lainnya juga akan dihubungi dalam waktu dekat, menunggu konfirmasi dari masing-masing negara," sambung Teddy.
Menurut Seskab, momen silaturahmi melalui sambungan telepon itu bukan hanya sekadar tradisi dalam suasana Hari Raya Idulfitri, melainkan juga menjadi bukti eratnya persaudaraan antara Indonesia dengan negara-negara berpenduduk mayoritas muslim lainnya.
"Silaturahmi ini menjadi wujud eratnya persaudaraan dan kerja sama antarnegara-negara muslim sekaligus memperkuat hubungan bilateral di tengah suasana penuh keberkahan," ujar Seskab Teddy.
Sementara itu, Sekretariat Presiden dalam siaran resminya, Minggu (22/3), yang dikonfirmasi kembali pada hari ini, menjelaskan momen silaturahmi yang dilakukan oleh Presiden Prabowo melalui sambungan telepon menegaskan Indonesia hadir sebagai jembatan persatuan.
"Momen ini menjadi penegasan bahwa Indonesia tidak hanya hadir sebagai negara muslim terbesar, tetapi juga sebagai jembatan persatuan yang membawa pesan damai, kerja sama, dan harapan bagi dunia Islam. Idulfitri pun menjadi lebih dari sekadar perayaan, tetapi sekaligus sebagai ruang diplomasi, penguat ukhuwah, dan simbol komitmen Indonesia untuk terus merajut persatuan global," demikian siaran resmi Sekretariat Presiden RI.
Baca juga: KPK soal Yaqut dan tahanan rumah warnai berita hukum terpopuler
Baca juga: Prabowo dominasi berita politik populer, dari BoP hingga dagang
Baca juga: Prabowo tegaskan kepentingan nasional dalam perjanjian dagang AS





