Lebaran ala Betawi, Ratusan Warga Keliling Kampung Tetangga hingga Sepekan

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Rombongan berisi ratusan warga Betawi yang memenuhi jalanan kampung menjadi pemandangan yang tak asing saat perayaan hari raya Idulfitri di Kampung Pulo, Duri Kosambi, Jakarta Barat.

Selama sepekan usai Lebaran, warga Betawi di kawasan tersebut melaksanakan tradisi unik berupa silaturahmi keliling kampung dengan membawa rombongan besar ke wilayah tetangga.

Ratusan warga tumpah ruah memadati jalanan, berjalan dari rumah ke rumah, menyusuri gang-gang sempit permukiman untuk bersilaturahmi.

Kompas.com mengikuti langsung tradisi Lebaran keliling ini pada hari ketiga Idulfitri 1447 Hijriah, Senin (23/3/2026), di RT 07 RW 08 Duri Kosambi.

Pada hari itu, warga RT 07 bergantian mengunjungi wilayah RT 06 yang sebelumnya telah lebih dulu datang pada Minggu malam.

Baca juga: Tak Ada Lebaran, Hanya Puing Rumah Hangus bagi Korban Kebakaran Tambora

Rombongan yang terdiri dari orangtua, remaja, hingga anak-anak tampak antusias berjalan beriringan.

Mereka mengenakan busana muslim seperti gamis, baju koko, dan peci, menciptakan suasana yang rapi dan serasi.

Keakraban terasa di antara warga, meski tidak semuanya saling mengenal. Bagi warga yang dikunjungi, membuka pintu rumah berarti siap menerima ratusan tamu untuk bersilaturahmi.

Di setiap rumah yang disinggahi, tuan rumah menyajikan hidangan secara prasmanan di teras atau halaman.

Warga yang datang pun menikmati aneka makanan, mulai dari camilan hingga hidangan berat, sambil berbincang dan bersalaman.

Baca juga: Rindu Tak Bisa Mudik ke Kampung Sendiri, Air Mata Inah Jatuh di Stasiun

Tradisi Keliling Kampung

Salah satu warga RT 07 Kampung Pulo, Nunuk (42), mengatakan tradisi ini dilakukan secara bergantian antarwilayah kampung.

“Kalau kita sih biasanya ada tradisi dari Pulo Belor ke Pulo Kidul. Kayak semalam dari Pulo Belor ke sini, nah pagi ini giliran kita bertamu ke Pulo Belor, RT 06,” ujar Nunuk saat ditemui di lokasi.

Dalam tradisi ini, silaturahmi tidak dilakukan oleh masing-masing keluarga, melainkan seluruh warga dalam satu kampung datang bersama-sama.

“Sekampung, serombongan semuanya dibawa. Pokoknya banyak banget, kurang lebih 100 sampai 200 orang,” katanya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Rombongan akan singgah dari satu rumah ke rumah lain di setiap gang yang dilalui. Warga bebas mencicipi hidangan khas Lebaran yang telah disiapkan tuan rumah.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
WN Irak Pembunuh Cucu Mpok Nori Sempat Hendak Bunuh Diri Usai Ditolak Rujuk
• 10 jam lalukompas.com
thumb
Hari ke-5 Tembus 200 Ribu Penonton, Danur: The Last Chapter Menuju 1 Juta Kepala
• 15 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Hujan Berhari-hari Jadi Pemicu Longsor di TPU Muara Benda Depok
• 10 jam lalukompas.com
thumb
OJK Bubarkan Dana Pensiun Jiwasraya, Bagaimana Nasib Peserta?
• 6 jam lalubisnis.com
thumb
Ragunan Buka Jam Berapa? Cek Harga Tiket dan Jadwalnya di Sini!
• 6 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.