Rencana pemerintah menerapkan kebijakan work from home (WFH) bagi pegawai untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) menuai respons dari kalangan karyawan. Mereka menilai penerapannya perlu diatur secara tepat, termasuk dalam penentuan hari pemberlakuan WFH.
Angel (27), salah satu karyawan swasta, setuju dengan kebijakan WFH jika tujuannya menghemat BBM. Menurutnya, pengurangan mobilitas harian ke kantor bisa berdampak langsung pada konsumsi bahan bakar.
"Kalau dari saya pribadi, cukup setuju ya. Soalnya dengan WFH, kita bisa mengurangi perjalanan ke kantor yang biasanya pakai kendaraan pribadi. Itu pasti berdampak ke penghematan BBM juga kan," kata Angel saat ditemui di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan, Senin (23/3/2026).
Meski demikian, ia menilai efektivitas kebijakan ini sangat bergantung pada kesiapan masing-masing perusahaan dalam menerapkan sistem kerja jarak jauh.
"Tergantung pelaksanaannya sih. Kalau perusahaannya sudah siap, menurut saya bisa efektif. Tapi kalau belum, justru bisa mengganggu produktivitas," ujarnya.
Angel juga menambahkan upaya penghematan energi seharusnya tidak hanya dibebankan pada karyawan. Dia mengusulkan menteri-menteri turut menggunakan transportasi umum.
"Sebenarnya nggak bisa cuma dengan WFH ya. Efisiensi kaya gini sebenernya pemerintah bisa dari mengurangi acara besar, kalau perlu juga sekelas menteri itu naik transum juga," tuturnya.
(bel/fca)





