Presiden ke-5 Indonesia sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, menerima kunjungan Presiden Republik Demokratik Timor Leste José Ramos-Horta di kediamannya di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (23/3).
Pertemuan keduanya berlangsung tertutup selama lebih dari 2,5 jam. Dalam kurun waktu tersebut, Megawati dan Ramos-Horta membahas berbagai isu strategis yang dibalut dengan nuansa historis hubungan kedua negara.
Ramos-Horta tiba di kediaman Megawati pada siang hari dan langsung disambut hangat elite PDIP. Hadir Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, didampingi Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah, Yasonna Laoly, Ronny Talapessy, dan Kepala Badan Riset dan Analisis Kebijakan Pusat Partai Andi Widjajanto.
Suasana hangat langsung terasa saat Megawati menyambut Ramos-Horta.
Pertemuan pun ditutup dengan pertukaran cinderamata. Megawati memberikan kain batik serta buku karyanya yang berjudul 'Spirit Kemanusiaan'.
Sebagai balasan, Ramos-Horta menyerahkan tas kerajinan tangan khas Timor Leste dan kopi Arabika. Pertukaran itu menjadi simbol penghargaan terhadap potensi budaya dan ekonomi lokal masing-masing negara.
Pertemuan ini merupakan kelanjutan komunikasi yang sebelumnya sempat terjalin di Abu Dhabi pada Februari lalu.
Hubungan Megawati dan Ramos-Horta juga dikenal dekat secara personal. Ramos-Horta bahkan memandang Megawati sebagai simbol rekonsiliasi, terutama setelah kehadirannya dalam peristiwa restorasi kemerdekaan Timor Leste pada 2002 yang menjadi momen penting mencairkan hubungan kedua negara.
Dalam kesempatan sebelumnya, Ramos-Horta juga telah mengundang Megawati untuk berkunjung ke Dili untuk menerima penghargaan tertinggi negara tersebut, Grand Collar of the Order of Timor-Leste.





