KOMPAS.TV - Amerika Serikat mulai melonggarkan sanksi terhadap sebagian stok minyak Iran di laut untuk menambah pasokan dan menekan harga minyak global.
Departemen Keuangan AS mengumumkan kebijakan ini melalui situs resminya pada Jumat, 20 Maret.
AS mengizinkan penjualan minyak dan produk petrokimia Iran yang telah dimuat ke kapal hingga 19 April waktu New York mendatang.
Kebijakan ini diterapkan di tengah harga minyak yang melonjak hingga 50 persen akibat Iran menutup Selat Hormuz dan menyerang sejumlah fasilitas minyak di negara-negara Teluk.
Pada Jumat, 20 Maret, harga minyak mencapai 112 dolar Amerika Serikat per barel, atau tertinggi sejak 2022.
Beberapa waktu kemudian, Presiden AS, Donald Trump mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik Iran jika Teheran tidak sepenuhnya membuka kembali Selat Hormuz.
Dalam akun media sosialnya pada Sabtu, 21 Maret 2026, Trump menulis:
"Jika Iran tidak sepenuhnya membuka, tanpa ancaman, Selat Hormuz, dalam waktu 48 jam dari saat ini, Amerika Serikat akan menyerang dan menghancurkan berbagai pembangkit listrik mereka, dimulai dengan yang terbesar terlebih dahulu!"
Israel pun menyatakan serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran akan meningkat signifikan dalam beberapa hari mendatang.
Israel mengancam akan menyerang infrastruktur andalan Iran.
Iran menjawab ancaman Amerika Serikat dan Israel dengan memastikan akan menyerang balik infrastruktur mereka.
Iran mengklaim angkatan bersenjata dan kekuatan udara AS dan Israel dalam kendali Teheran.
Perang AS dan Israel terhadap Iran telah memasuki minggu keempat sejak 28 Februari lalu.
Sebagai bentuk pertahanan, hingga kini Iran masih menutup Selat Hormuz yang menjadi urat nadi sekitar 20 persen pasokan minyak dunia bagi sekutu AS dan Israel.
Kita bahas langkah Amerika Serikat membuka akses minyak Iran di tengah ancaman akan menyerang Selat Hormuz dalam 48 jam, bersama peneliti senior Indo-Pacific Strategic Intelligence, Aisha Rasyidila Kusumasomantri.
Penulis : Shinta-Milenia
Sumber : Kompas TV
- selat hormuz
- as ancam iran
- trump
- minyak
- iran
- trump ancam iran





