Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan salah satu alasan membangun program Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) agar petani tidak terjerat rentenir.
Prabowo mengatakan program itu dibangun atas dasar laporan tentang kesulitan petani dalam mengakses pembiayaan, sementara panen baru akan dilakukan setelah 120 hari dari masa tanam.
Menurutnya, pada akhirnya petani biasanya bergantung pada pinjaman dari rentenir untuk memenuhi kebutuhan sebelum masa panen.
“Kenapa saya bangun ini (Kopdes Merah Putih) karena petani ini kan dia 120 hari baru panen 3 bulan, di dalam 120 hari kadang-kadang istrinya sakit jadi dia perlu pinjam uang dari rentenir dan rentenir itu ngeri dia tuh 1 persen sehari,” kata Prabowo dalam diskusi bertajuk Presiden Prabowo Menjawab di laman YouTube Prabowo Subianto, dikutip pada Senin (23/3).
Prabowo menilai rentenir adalah perilaku menindas yang dilakukan oleh manusia kepada manusia, khususnya rakyat kecil. Ia memastikan Kopdes Merah Putih akan menyediakan pinjaman yang bunganya lebih rendah dari rentenir.
Prabowo juga membandingkan dengan pembiayaan untuk rakyat kecil yang disediakan perbankan.
“Konglomerat berapa persen paling tinggi 9 persen, 10 persen, katakanlah 12 persen. (Rakyat kecil) 20 persen, nanti Koperasi Merah Putih harus di bawah itu, kalau perlu 6 persen setahun,” ujar Prabowo.
“Semua fasilitas yang kita berikan, saya yakin ini jadi studi kasus banyak negara,” tambahnya.





