Pantau - Amerika Serikat dilaporkan tengah mempertimbangkan operasi militer darat untuk merebut Pulau Kharg di Iran guna menekan Teheran membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Laporan tersebut disampaikan harian The Jerusalem Post seiring percepatan pengerahan pasukan Amerika Serikat ke kawasan Timur Tengah dalam beberapa waktu terakhir.
Sebelumnya pada 20 Maret, Axios melaporkan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut siap mengambil alih Pulau Kharg sebagai bagian dari strategi meningkatkan tekanan terhadap Iran.
Seorang pejabat Amerika Serikat menyatakan militer telah mempercepat pengerahan ribuan personel Marinir dan Angkatan Laut ke Timur Tengah.
"Militer telah mempercepat pengerahan ribuan personel Marinir dan Angkatan Laut ke kawasan tersebut," ungkap pejabat tersebut.
Pengerahan Pasukan dan Opsi MiliterPada 22 Maret, Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent menegaskan bahwa seluruh opsi masih terbuka terkait langkah terhadap Iran.
"Semua opsi masih terbuka," ujarnya.
Ia juga tidak menutup kemungkinan adanya pengiriman pasukan ke Pulau Kharg sebagai bagian dari skenario yang sedang dipertimbangkan pemerintah.
Langkah ini disebut berkaitan dengan upaya Washington untuk memastikan stabilitas jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan energi global.
Latar Belakang KeteganganSebelumnya pada 28 Februari, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran.
Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan infrastruktur serta menimbulkan korban sipil.
Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah sehingga memicu eskalasi ketegangan.
Situasi ini memperburuk hubungan antara kedua negara dan meningkatkan kekhawatiran akan konflik terbuka di kawasan tersebut.



