Militer Israel menyerang sebuah jembatan yang menghubungkan Lebanon selatan dengan wilayah Bekaa timur. Jembatan itu berdiri di atas Sungai Litani.
Serangan tersebut merupakan bagian dari serangkaian serangan terhadap jembatan di atas Sungai Litani Lebanon, yang terletak sekitar 30 kilometer utara Israel, termasuk jembatan utama Qasmiyeh pada hari Minggu (22/3).
Tentara Israel memperingatkan bahwa mereka akan menyerang jembatan tersebut, dan menuduh bahwa jembatan tersebut digunakan dimanfaatkan oleh Hizbullah saat perang.
"Tentara Israel menargetkan jembatan Dallafa, yang menghubungkan wilayah Hasbaya-Marjeyoun dengan wilayah Jezzine-Chouf dan Bekaa Barat," demikian laporan Kantor Berita Nasional Lebanon, dikutip dari AFP.
Mengapa jembatan di atas sungai Litani yang diserang?
Ketika pertempuran sengit dengan Hizbullah terjadi di sejumlah desa perbatasan dengan Lebanon, Israel setidaknya telah mengebom lima dari enam jembatan utama yang melintasi sungai yang membelah bagian selatan negara itu.
Para ahli militer sepakat bahwa serangan tersebut merupakan upaya untuk memisahkan wilayah selatan sungai Litani dari seluruh Lebanon.
Strategi ini sudah lazim digunakan: dalam perang antara Hizbullah dan Israel pada tahun 2006, Israel menyerang 97 jembatan dan jalan layang di seluruh negeri, menurut data pemerintah, termasuk di wilayah yang jauh dari medan perang.
Banyak jembatan yang kini rusak, salah satunya adalah jalan raya utama Lebanon yang menghubungkan kota-kota besar di seluruh negeri, yang dibangun kembali setelah perang dengan menggunakan dana donor.
Pengeboman terhadap jembatan-jembatan tersebut, termasuk yang lebih kecil pada hari Senin (23/3), menambah ketakutan yang meluas di Lebanon bahwa Israel bermaksud untuk secara permanen mengurangi populasi wilayah di selatan Litani.





