JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta melaporkan perkembangan terbaru Siklon Tropis Ex-NARELLE yang saat ini masih memberikan pengaruh terhadap kondisi cuaca di wilayah Indonesia.
Sistem ini sebelumnya berkembang dari bibit siklon tropis 96P dan mencapai intensitas siklon tropis sebelum melemah menjadi Ex-NARELLE saat berada di daratan Australia bagian barat laut.
Berdasarkan pemutakhiran 23 Maret 2026 pukul 19.00 WIB, Ex-NARELLE dalam 24 jam ke depan diprakirakan memiliki potensi sedang untuk kembali berkembang menjadi siklon tropis dan bergerak ke arah barat daya.
Bahkan dalam 48 jam ke depan, potensi tersebut meningkat menjadi tinggi untuk kembali berkembang menjadi siklon tropis di wilayah Samudera Hindia selatan Pulau Sabu.
Baca Juga: Peringatan Dini BMKG Besok 24-25 Maret 2026, Ini Daftar Wilayah Potensi Hujan Sangat Lebat
Kondisi ini menunjukkan bahwa dinamika atmosfer di sekitar wilayah selatan Indonesia masih cukup aktif dan berpotensi memengaruhi cuaca dalam beberapa hari ke depan.
BMKG menjelaskan, meskipun pusat sistem berada di luar wilayah Indonesia, dampak tidak langsung yang ditimbulkan tetap signifikan, terutama terhadap peningkatan aktivitas hujan, angin kencang, serta tinggi gelombang di sejumlah perairan.
Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak mengabaikan potensi risiko yang dapat terjadi akibat pengaruh sistem ini.
Dampak Ex-NARELLE terhadap Cuaca dan Perairan Indonesia
1. Potensi Hujan Intensitas Sedang hingga Lebat
Penulis : Dian Nita Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- Siklon Tropis Ex-Narelle
- siklon tropis
- bmkg
- hujan lebat
- gelombang tinggi





