Harga Minyak Memanas, China Pilih Batasi Kenaikan BBM Demi Jaga Stabilitas

idxchannel.com
13 jam lalu
Cover Berita

China melakukan intervensi untuk meredam kenaikan harga bahan bakar dengan menaikkan batas harga eceran bensin dan solar yang diatur pemerintah.

Harga Minyak Memanas, China Pilih Batasi Kenaikan BBM Demi Jaga Stabilitas. Foto: Freepik.

IDXChannel - China melakukan intervensi untuk meredam kenaikan harga bahan bakar dengan menaikkan batas harga eceran bensin dan solar yang diatur pemerintah. Namun, kenaikannya dibatasi hanya sekitar setengah dari yang seharusnya berlaku menurut mekanisme penetapan harga pemerintah.

Meski begitu, penyesuaian akibat kenaikan harga minyak imbas perang AS–Israel versus Iran ini tetap menjadi yang terbesar sepanjang sejarah, mendorong batas harga mendekati level pada 2022 setelah invasi Rusia ke Ukraina.

Baca Juga:
Tesla Pertimbangkan Beli Peralatan Surya Rp48,72 Triliun dari Pemasok China

Melansir Reuters, Senin (23/3/2026), Badan perencana negara, National Development and Reform Commission (NDRC) menyatakan bahwa mereka akan menaikkan harga eceran maksimum bensin sebesar 1.160 yuan (USD167,93) per metrik ton dan solar sebesar 1.115 yuan per metrik ton, mulai tengah malam pada Senin.

NDRC meninjau harga bensin dan solar setiap 10 hari kerja dan melakukan penyesuaian berdasarkan perubahan harga minyak mentah internasional, dengan mempertimbangkan biaya pengolahan rata-rata, pajak, biaya distribusi, serta margin keuntungan yang wajar.

Baca Juga:
CEO Volkswagen Sebut Industri Otomotif Jerman Perlu Belajar dari China

Di bawah mekanisme harga saat ini, harga bensin dan solar seharusnya naik masing-masing sebesar 2.205 yuan per metrik ton dan 2.120 yuan per metrik ton.

Baca Juga:
Purbaya Cari Cara Hidupkan E-commerce Indonesia untuk Saingi Dominasi China

“Untuk meredam dampak, mengurangi beban pengguna di hilir, dan mendukung stabilitas ekonomi serta sosial, otoritas memperkenalkan kontrol sementara dalam kerangka penetapan harga yang ada,” kata badan perencana tersebut dalam pengumuman.

Harga minyak naik pada hari Senin setelah Garda Revolusi Iran mengatakan mereka akan menargetkan pembangkit listrik Israel dan fasilitas yang memasok pangkalan AS di Timur Tengah sebagai balasan atas serangan terhadap sektor kelistrikan Iran.

Harga minyak Brent naik USD1,57 menjadi USD113,76 per barel pada pukul 07.31 waktu setempat. Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) AS berada di USD101,32 per barel, naik USD3,09 atau 3,15 persen. 

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Stop Perdebatan! Semua Pihak Harus Memahami Keputusan John Herdman Terkait 24 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026
• 13 jam lalubola.com
thumb
Pengadilan AS Putuskan Elon Musk Bersalah dalam Kasus Penipuan Akuisisi Twitter USD44 Miliar
• 21 jam laluidxchannel.com
thumb
JDF Asia Pasifik Minta Dunia Tekan Israel Buka Akses Masjid Al-Aqsa
• 1 jam lalujpnn.com
thumb
Irak Tegaskan Menolak Operasi Militer di Selat Hormuz karena Dinilai Picu Eskalasi Konflik dengan Iran
• 16 jam lalupantau.com
thumb
Ikuti Gus Yaqut, Noel Ebenezer Bakal Ajukan Pengalihan Penahanan kepada KPK
• 22 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.