Perang Timur Tengah Dorong Kenaikan Harga Minyak, Antrian Panjang di SPBU Tiongkok 

erabaru.net
9 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Akibat dampak konflik di Timur Tengah, harga bahan bakar di Tiongkok terus meningkat. Pemerintah mengumumkan bahwa harga produk minyak olahan akan kembali disesuaikan pada  (23 Maret) tengah malam. Para pengemudi pun berbondong-bondong mengisi penuh bahan bakar sebelum kenaikan harga, sehingga menyebabkan antrian panjang di banyak SPBU di berbagai wilayah Tiongkok.

Menurut laporan media Tiongkok, berdasarkan mekanisme penyesuaian setiap 10 hari kerja, putaran baru penyesuaian harga bahan bakar domestik akan mulai berlaku pada Senin (23 Maret) pukul 00.00. Kalangan industri memperkirakan ini akan menjadi kenaikan harga kelima tahun ini sekaligus yang terbesar.

Sejumlah lembaga memprediksi harga bensin RON 92 akan sepenuhnya memasuki “era 9 yuan per liter”. Kenaikan kali ini diperkirakan mencapai sekitar 2.200 yuan per ton (sekitar 409 dolar Singapura). Jika dikonversi ke harga per liter, bensin RON 92, RON 95, dan solar 0# masing-masing diperkirakan naik sebesar 1,73 yuan, 1,83 yuan, dan 1,87 yuan per liter.

广州一处加油站点,加油的司机3月22日就已经排起长龙,甚至蔓延至主干道 pic.twitter.com/9JRvk4XSXZ

— 文心雕龍 (@zhengxinkr) March 23, 2026

Dengan asumsi mobil pribadi memiliki tangki 50 liter, biaya untuk mengisi penuh bensin RON 92 akan bertambah sekitar 86,5 yuan. Untuk tangki 70 liter, biaya tambahan bahkan bisa melebihi 100 yuan. Hal ini secara signifikan meningkatkan biaya penggunaan kendaraan bagi masyarakat, serta berdampak pada biaya transportasi online, logistik, dan penerbangan.

Dipengaruhi oleh kabar tersebut, dalam beberapa hari terakhir banyak SPBU di berbagai daerah Tiongkok mengalami antrian panjang. Terutama menjelang penyesuaian harga kali ini, pada sore hari sudah terlihat barisan kendaraan yang mengantre panjang hingga menyebabkan kemacetan parah di sekitar SPBU.

Video yang beredar di internet menunjukkan bahwa di sebuah SPBU di Guangzhou, antrian kendaraan sudah mengular sejak 22 Maret, bahkan meluas hingga ke jalan utama dan menciptakan kemacetan seperti “area parkir besar”. Situasi ini mencerminkan kekhawatiran masyarakat terhadap kenaikan biaya hidup akibat fluktuasi harga bahan bakar.

Perlu dicatat bahwa Sinopec sebelumnya telah mengirimkan pesan pengingat kepada anggotanya di seluruh negeri, menyatakan bahwa harga bahan bakar akan naik pada 23 Maret  pukul 24.00, dengan perkiraan kenaikan yang cukup besar. Mereka juga menyarankan pemilik kendaraan untuk mengatur waktu perjalanan dan mengisi bahan bakar lebih awal guna menghindari antrian.

Di platform X (Twitter versi internasional), sejumlah netizen berkomentar:

Ada juga komentar lain yang menyatakan:

“Meski mereka mengimpor minyak murah dari Iran atau Rusia, tidak satu sen pun keuntungan itu diberikan kepada rakyat. Harga tetap mengikuti pasar global. Sekarang dengan perang di Timur Tengah, mereka punya kesempatan untuk menaikkan harga besar-besaran demi meraup lebih banyak keuntungan dari masyarakat. Siapa yang sebenarnya mengambil keuntungan dari perang? Siapa yang mengeksploitasi rakyat?”

(Hui)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Impor Ilegal Menurun, Tapi Skema Borongan Masih Hantui Industri Konveksi Kecil
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Trump Tunda Serang Sumber Energi Iran, Ini Pernyataan Iran yang Menantang
• 5 jam laluharianfajar
thumb
Seorang Wanita Muda Diduga Hendak Bunuh Diri di Depan Istana Presiden
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Momen Didit Rayakan Ulang Tahun Bersama Keluarga Mega, SBY dan Gus Dur
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Ivan Gunawan Gandeng Ruben Onsu, Target Renovasi 99 Masjid di Indonesia
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.