Kabupaten Bogor: Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menjadi tujuan wisata saat libur Lebaran setelah akses jalan menuju kawasan tersebut dibeton untuk memudahkan mobilitas wisatawan.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan pembangunan jalan tersebut merupakan upaya pemerintah daerah dalam membuka akses wilayah terpencil sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Jalan kami bangun untuk memudahkan akses masyarakat. Tapi kami juga mengingatkan, jangan sampai pembangunan ini merusak alam. Harus dijaga bersama agar tidak mendatangkan mudarat,” ujar Rudy, dilansir dari Antara, Selasa, 24 Maret 2026.
Baca Juga :
Pengunjung Kebun Raya Bogor Melonjak 40 Persen Selama Libur LebaranIa menjelaskan pembangunan Jalan Nirmala bersumber dari APBD Kabupaten Bogor 2025 melalui realokasi anggaran sesuai Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan daerah.
Menurut Rudy, pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan menjadi kunci untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap layanan publik, termasuk kesehatan dan aktivitas ekonomi.
“Bisa dibayangkan, kalau ada yang sakit atau melahirkan di malam hari, butuh waktu lebih dari tiga jam ke rumah sakit dengan jalan rusak dan tanpa penerangan,” ujarnya.
Pembangunan jalan tersebut dilaksanakan melalui skema Karya Bakti TNI bekerja sama dengan Kodim 0621 dan Korem 061. Tujuannya mempercepat proses pengerjaan tanpa melalui tahapan lelang yang panjang.
Tahap awal pembangunan difokuskan pada pengecoran beton. Kemudian, dilanjutkan dengan pengaspalan dan penataan drainase secara bertahap.
Wisatawan memadati akses Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin, 23 Maret 2026. ANTARA/HO-Pemkab Bogor
Pemerintah Kabupaten Bogor menegaskan pembangunan tersebut tetap memperhatikan aspek pelestarian lingkungan. Sebab, kawasan Malasari berada di sekitar wilayah hutan konservasi.
Rudy menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keseimbangan lingkungan agar peningkatan aktivitas wisata tidak berdampak negatif terhadap alam.
“Jangan sampai Tuhan marah, jangan sampai alam marah. Dampaknya bisa luas kalau kita tidak jaga. Pemerintah hadir, tapi masyarakat juga harus menjaga keseimbangan,” ungkapnya.
Sebelumnya, lonjakan kunjungan menuju kawasan wisata Nirmala di kaki Taman Nasional Gunung Halimun Salak terpantau padat pada Senin, 23 Maret 2026. Kondisi tersebut bahkan disebut menyerupai kepadatan di kawasan Puncak saat akhir pekan.
Peningkatan kunjungan ini tak lepas dari pembangunan Jalan Nirmala sepanjang 18,5 kilometer. Jalan yang sebelumnya rusak parah dan sulit dilalui, terutama saat musim hujan, kini lebih mudah diakses.




