Jakarta, tvOnenews.com - Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan tidak ada perundingan antara negaranya dengan Amerika Serikat (AS). Ia menyebut informasi yang beredar terkait negosiasi tersebut sebagai kabar tidak benar.
"Tidak ada negosiasi yang berjalan dengan Amerika Serikat. Laporan berita palsu tersebut dimaksudkan untuk memanipulasi pasar finansial dan minyak serta untuk melarikan diri dari kekacauan yang menjebak AS dan Israel," kata Ghalibaf melalui akun media sosial X, dikutip Selasa (24/3/2026).
Ia menyampaikan bahwa masyarakat Iran menginginkan hukuman yang tegas dan memberikan efek jera bagi pihak yang dianggap sebagai agresor. Di sisi lain, seluruh pejabat disebut tetap solid mendukung pemimpin negara dan rakyat hingga tujuan perang tercapai.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan telah menginstruksikan penundaan serangan terhadap fasilitas listrik dan energi selama lima hari. Keputusan itu diambil karena komunikasi dengan Teheran dalam dua hari terakhir disebut berlangsung sangat baik dan produktif.
Situasi di kawasan Teluk Persia terus memanas sejak serangan gabungan dilancarkan oleh Israel dan Amerika Serikat ke Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sekitar 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal ke sejumlah wilayah, di antaranya Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara di kawasan Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.
Aksi militer tersebut mengakibatkan jatuhnya korban jiwa, kerusakan berbagai infrastruktur, serta memicu gangguan terhadap pasar global dan operasional penerbangan internasional. (ant/nba)




