Puncak Arus Balik, Pemudik Diimbau Atur Waktu Kembali ke Jabotabek

metrotvnews.com
14 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono mengimbau pengguna jalan untuk menghindari puncak arus balik Lebaran. Ia mengatakan, puncak arus balik diprediksi terjadi pada 24, 28 dan 29 Maret 2026.

“Melihat masih tingginya lalu lintas mudik yang meninggalkan wilayah Jabotabek hingga H+1 Lebaran, Jasa Marga mengimbau masyarakat yang saat ini masih berada di kampung halaman untuk mengatur waktu perjalanan kembali ke Jabotabek," ujar Rivan dalam keterangannya di Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa, 24 Maret 2026.

Ia menambahkan, bagi pengguna jalan yang memiliki fleksibilitas waktu, dapat menggeser perjalanan kembali ke Jabotabek periode pemberlakuan Work From Anywhere (WFA) pada Rabu-Jumat (25-27 Maret 2026) agar tidak terjadi kepadatan kendaraan saat puncak arus balik.

Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan program diskon tarif tol sebesar 30 persen yang diberlakukan pada periode arus balik tanggal 26–27 Maret 2026 di sembilan ruas tol Jasa Marga Group dengan skema perjalanan menerus, sebagai upaya mendorong distribusi lalu lintas yang lebih merata serta meminimalkan potensi kepadatan.

“Untuk menghindari penumpukan kendaraan, kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan perjalanan pada waktu-waktu favorit, seperti pagi dan malam hari, serta mengantisipasi potensi kepadatan di jalur menuju destinasi wisata yang umumnya mengalami peningkatan volume lalu lintas pasca perayaan Hari Raya Idulfitri,” kata Rivan.

Baca Juga :

Jasamarga: 790.791 Kendaraan Melintas ke Arah Timur Melalui GT Cikampek Utama


(Ilustrasi. Foto: Dok istimewa) 2,2 juta kendaraan meninggalkan Jabotabek Jasa Marga menyampaikan bahwa volume lalu lintas yang meninggalkan wilayah Jabotabek pada H-10 sampai dengan H+1 libur Hari Raya Idulfitri 1447H/2026 atau pada periode 11-22 Maret 2026 mencapai 2.217.462 kendaraan.

Angka tersebut merupakan angka kumulatif arus lalu lintas (lalin) dari empat Gerbang Tol (GT) Utama, yaitu GT Cikampek Utama (arah Trans Jawa), GT Kalihurip Utama (arah Bandung), GT Cikupa (arah Merak), dan GT Ciawi (arah Puncak). Total volume lalin yang meninggalkan wilayah Jabotabek ini meningkat 27,1 persen jika dibandingkan dengan lalin normal (1.744.683 kendaraan).

Rivan mengatakan, sebanyak 2,2 juta kendaraan yang telah meninggalkan wilayah Jabotabek tersebut merupakan 62,8 persen dari total proyeksi 3,5 juta kendaraan yang diperkirakan keluar Jabotabek selama periode 11–31 Maret 2026.

Untuk distribusi lalu lintas meninggalkan Jabotabek menuju ketiga arah yaitu mayoritas sebanyak 1.215.870 kendaraan (54,9 persen) menuju arah Timur (Trans Jawa dan Bandung), 555.339 kendaraan (25,0 persen) menuju arah Barat (Merak), dan 446.253 kendaraan (20,1 persen) menuju arah Selatan (Puncak).

Rivan menjelaskan pada H+1 libur Idulfitri 1447H/Lebaran 2026 (Minggu, 22 Maret 2026), lalu lintas yang meninggalkan Jabotabek di empat gerbang tol utama masih tinggi.

Lalu lintas yang meninggalkan Jabotabek tercatat sebanyak 210.209 kendaraan, meningkat sebesar 57,3 persen dibanding normal 133.637 kendaraan. Sementara itu, untuk volume lalu lintas kembali ke Jabotabek di empat gerbang tol utama tercatat 170.681 kendaraan, masih lebih rendah 2,9 persen dari lalu lintas normal (175.739 kendaraan).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Takaichi Tegaskan Upaya Diplomatik Jepang Redam Ketegangan di Hormuz
• 12 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Desa Malasari Bogor Jadi Destinasi Wisata Lebaran Usai Betonisasi Jalan
• 18 jam lalurepublika.co.id
thumb
Satu Personel Polres Pekalongan Gugur Setelah Bertugas Kawal Arus Mudik
• 43 menit lalujpnn.com
thumb
KPK Sebut Kondisi Kesehatan Jadi Pertimbangan Tahanan Rumah Yaqut
• 9 jam lalutvrinews.com
thumb
Krisis Avtur, Vietnam Airlines Batalkan 23 Penerbangan per Pekan & Tutup 7 Rute
• 7 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.