Pangandaran: Memasuki hari ketiga Lebaran, kawasan Pantai Pangandaran, Jawa Barat terus dipadati lautan manusia. Namun, keramaian ini membuat lebih dari 40 anak di bawah umur terpisah dari orang tua saat bermain di tepi pantai.
"Karena banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Pangandaran, ada beberapa laporan yang masuk ke kita, ada yang terpisah, anak terpisah dari orang tuanya, dan orang tua yang terpisah dengan anaknya," kata Kapolres Pangandaran, AKBP Ikrar Potawari, di Pangandaran, Senin, 23 Maret 2026.
Baca Juga :
Hari Kedua Lebaran, Puluhan Ribu Wisatawan Serbu Pantai PangandaranMenanggapi hal ini, Polres Pangandaran bergerak cepat. Petugas di setiap pos pemantauan terus mengumumkan ciri-ciri wisatawan yang hilang melalui pengeras suara.
Beruntung, sebagian besar laporan berhasil ditangani. Para wisatawan dapat dipertemukan kembali dengan keluarga mereka.
"Alhamdulillah semua ditemukan, tidak ada yang hilang. Semua tertangani berkat kerja sama semua stakeholder yang ada di Pangandaran," ungkap Ikrar.
Situasi Pantai Pangandaran saat libur Lebaran. (Metro TV/ Yosep Trisna)
Untuk mengantisipasi kejadian serupa, petugas gabungan dari TNI/Polri, Basarnas, dan penjaga pantai dikerahkan secara masif. Selain pengawasan personel, rambu larangan berenang berupa bendera merah juga dipasang di sejumlah titik rawan sepanjang garis pantai.
Polisi mengimbau para orang tua untuk tidak lengah dan selalu memantau aktivitas anak-anak serta sanak saudara mereka. Dengan begitu, liburan dapat tetap aman dan nyaman.
"Kami imbau masyarakat silahkan menikmati keindahan Pangandaran, tetapi jaga keselamatan," ujar Ikrar.



