Bisnis.com, JAKARTA — Arus balik pemudik yang menggunakan moda transportasi kereta api menuju Jakarta mencapai puncaknya, Selasa (24/3/2026), seiring berakhirnya masa libur panjang Idulfitri 1447 Hijriah.
Data PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta mencatat bahwa sebanyak 52.926 penumpang dijadwalkan tiba di berbagai stasiun wilayah Jakarta dan sekitarnya pada hari ini. Angka tersebut merupakan volume kedatangan tertinggi dalam periode arus balik Lebaran 2026.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo merinci bahwa konsentrasi kedatangan penumpang terbesar berada di Stasiun Pasarsenen dengan total 18.458 orang, disusul Stasiun Gambir sebanyak 16.610 orang.
"Kami melihat tren arus balik sudah mulai terjadi dengan jumlah kedatangan yang lebih tinggi dibanding keberangkatan. Puncak arus balik diperkirakan akan terus berlangsung dalam beberapa hari ke depan," kata Franoto.
Selain 2 stasiun utama tersebut, persebaran penumpang turun juga tercatat di Stasiun Bekasi sebanyak 7.708 orang, Stasiun Jatinegara 5.533 orang, Stasiun Cikarang 2.364 orang, dan sisanya tersebar di Stasiun Cikampek dan Karawang.
Adapun mayoritas penumpang yang tiba di Jakarta pada periode arus balik ini berasal dari kota-kota besar di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DI Yogyakarta, seperti Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Purwokerto, hingga Malang.
Baca Juga
- Masyarakat Sambut Positif Penetapan Tarif Rp1 MRT-LRT hingga Transjakarta saat Libur Lebaran
- H+1 Lebaran 2026, Pengunjung Ancol Ramai tapi Omzet Pedagang Anjlok 50%
- Ancol Bidik 600.000 Pengunjung Saat Lebaran 2026, Puncak Diprediksi Tembus 40.000 di H+1
Secara kumulatif, total tiket terjual selama masa angkutan Lebaran (11 Maret—1 April 2026) mencapai 914.974 unit, atau mencerminkan tingkat okupansi sebesar 76% dari total kapasitas 1,2 juta tempat duduk yang disediakan.
Di sisi lain, guna menjaga momentum mobilitas pascabayar, pemerintah memberikan stimulus berupa program diskon transportasi 30% pada 14—29 Maret 2026.
Khusus di Daop 1 Jakarta, tersedia 329.000 kursi kelas ekonomi komersial, dengan sisa kuota saat ini mencapai 28.000 tempat duduk.





