Jakarta, tvOnenews.com - Como FC terus berupaya menjaga stabilitas tim di tengah persaingan ketat Serie A musim ini. Salah satu fokus utama mereka adalah mempertahankan bintang muda asal Argentina, Nico Paz.
Pemain berusia 21 tahun itu tampil impresif dan menjadi bagian penting dalam perjalanan Como musim ini. Menurut laporan Gazzetta dello Sport, namanya mulai dilirik sejumlah klub besar Eropa, termasuk Inter Milan.
Meski begitu, Como belum menyerah untuk mempertahankan sang pemain. Manajemen klub masih berharap Nico Paz bersedia melanjutkan kiprahnya di Stadion Giuseppe Sinigaglia setidaknya satu musim lagi.
Sejak didatangkan dari Real Madrid pada 2024 dengan nilai sekitar 7 juta euro, Paz langsung menunjukkan perkembangan signifikan. Ia mampu beradaptasi cepat dengan atmosfer Serie A yang dikenal kompetitif.
Kepercayaan yang diberikan pelatih Cesc Fabregas pun dibayar lunas dengan performa konsisten di lapangan. Paz menjelma menjadi salah satu pemain paling menonjol dalam skema permainan Como.
Musim ini, kontribusinya sangat terasa di lini serang tim. Ia sukses mencatatkan 10 gol dan enam assist, membantu Como bertengger di papan atas klasemen sementara.
Peran tersebut membuatnya nyaris tak tergantikan dalam strategi permainan Fabregas. Ia bukan hanya pencetak gol, tetapi juga penghubung antarlini yang membuat permainan Como lebih hidup.
Namun, situasi menjadi rumit karena Real Madrid masih memiliki kendali atas masa depan sang pemain. Klub raksasa Spanyol itu menyertakan klausul buy-back saat melepas Paz ke Como.
Dengan klausul tersebut, Real Madrid bisa memulangkannya dengan biaya sekitar 10 juta euro. Angka ini tergolong rendah jika melihat perkembangan pesat yang ditunjukkan Paz saat ini.
Di sisi lain, Inter Milan terus memantau situasi dengan penuh perhatian. Nerazzurri melihat Paz sebagai salah satu target potensial untuk memperkuat lini serang mereka.
Minat Inter membuat persaingan semakin terbuka. Jika Real Madrid tidak mengaktifkan klausul buy-back, peluang transfer ke klub lain akan semakin besar.
Meski demikian, Como tetap optimistis bisa mempertahankan pemain andalannya. Hubungan yang baik antara pemain, pelatih, dan klub menjadi modal penting untuk meyakinkan Paz bertahan.




