Penasihat militer senior Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei, Mohsen Rezaei, mengatakan perang dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel akan berlanjut. Rezaei mengatakan perang berlanjut hingga Iran menerima kompensasi penuh atas kerusakan yang dideritanya.
Dilansir CNN, Selasa (24/3/2026), dalam pidato yang disiarkan televisi pada Senin (23/3), Rezaei juga bersumpah bahwa Iran akan terus berperang hingga "semua sanksi ekonomi dicabut, dan jaminan internasional yang mengikat secara hukum diperoleh untuk mencegah campur tangan AS di Iran."
"Kita melihat bahwa angkatan bersenjata kita melakukan operasi dan aktivitas dengan kuat. Proyek kepemimpinan kita, dengan pemilihan pemimpin baru, telah berada di bawah kendalinya," kata Rezaei.
Penasihat tersebut mengklaim bahwa "perang pada dasarnya telah berakhir" lebih dari seminggu yang lalu dan bahwa "Amerika Serikat siap untuk berhenti dan mengupayakan gencatan senjata." Tetapi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu "mendorong untuk melanjutkan," katanya.
Rezaei mengklaim bahwa setelah hari ke-15, "AS jelas memahami bahwa tidak ada jalan menuju kemenangan dalam perang ini."
Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan dalam sebuah unggahan di X pada Senin (23/3) pagi, bahwa rakyat Iran menuntut "hukuman yang setimpal dan penuh penyesalan" terhadap "para agresor."
(rfs/imk)




