JAKARTA, KOMPAS.com - Arus balik Lebaran mulai terlihat di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Selasa (24/3/2026).
Berdasarkan pantauan Kompas.com, sejumlah bus tampak menurunkan penumpang di jalur kedatangan terminal. Para penumpang yang turun dari bus terlihat membawa koper dan tas besar, juga kardus-kardus besar.
Sementara, sejumlah porter mendatangi penumpang yang baru tiba untuk menawarkan jasa angkut barang. Ojek pangkalan tak mau ketinggalan, turut menawarkan jasanya ke penumpang.
Sebagian penumpang memilih menunggu taksi atau ojek online, sebagian lain melanjutkan perjalanan menggunakan LRT dari Stasiun Kampung Rambutan.
Salah satu pemudik, Gani (25), kembali ke Jakarta menggunakan bus dari Semarang pada Senin (23/3/2026) malam niatnya untuk menghindari puncak arus balik.
“Saya dari Semarang mau balik ke Bekasi. Awalnya berangkat lebih awal supaya terhindar dari macet dan tidak terlalu mepet dengan hari masuk kerja, Rabu (25/3/2026),” kata Gani di Terminal Kampung Rambutan, Selasa (24/3/2026).
Namun prediksi Gani salah. Ia tetap saja terjebak macet di perjalanan.
Gani menjelaskan, perjalanan dari Semarang ke Jakarta yang biasanya ditempuh sekitar tujuh jam pun memakan waktu hingga 10 jam.
Baca juga: Rindu Tak Bisa Mudik ke Kampung Sendiri, Air Mata Inah Jatuh di Stasiun
"Macet banget, Saya itu kan deadline-nya di jam 19.30 WIB, tapi busnya datang jam 21.00 WIB. Lalu, dari Salatiga udah macet duluan," jelas Gani.
Pemudik lainnya, Cece, juga terjebak macet dalam perjalanannya kembali dari kampung halaman di Tasikmalaya menuju Jakarta.
"Tetep juga kena macet juga sih tadi, perjalanan 12 jam yang biasanya 7-8 jam," tuturnya.
Cece kembali ke Ibu Kota pada H+3 Lebaran lantaran ingin lanjut menikmati liburan bersama anak-anaknya di Jakarta.
"Kalau sekarang balik karena anak-anak kebetulan masih libur sekolah, jadi pengen, ya liburan di Jakarta. Jadi habis liburan di kampung, dia pengin liburan di Jakarta," tuturnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang