Guru Besar IPB Dorong Pemanfaatan Limbah Kelapa Sawit Jadi Produk Bernilai Tinggi

jpnn.com
9 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - BOGOR - Guru Besar di Fakultas Kehutanan IPB University Yanto Santosa mendorong pengoptimalan pemanfaatan limbah kelapa sawit sebagai upaya menciptakan produk bernilai ekonomi.

Yanto menyampaikan bahwa limbah kelapa sawit dapat ditransformasi menjadi berbagai produk ekonomi tinggi ramah lingkungan. 

BACA JUGA: Forwatan & Asosiasi Industri Hilir Sawit Salurkan Bantuan untuk Yatim Piatu

Hal tersebut dapat dicapai melalui penerapan teknologi tepat dalam proses pengolahan dan strategi integrasi yang baik, sehingga potensinya tidak terbuang percuma.

Yanto mengingatkan pengelolaan limbah yang tidak terukur berisiko menimbulkan dampak negatif bagi keberlanjutan lingkungan. 

BACA JUGA: Prabowo Klaim Banyak Negara Minta Kelapa Sawit, Bisa Hasilkan Solar hingga Avtur

"Limbah kelapa sawit memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah ekonomi," kata Yanto, Selasa (24/3).

Pemanfaatan potensi limbah ini disebut memiliki beragam manfaat, mulai dari penciptaan lapangan usaha baru hingga dukungan terhadap konsep ekonomi sirkular. 

BACA JUGA: Begini Kata Guru Besar Keamanan Pangan IPB soal Galon Guna Ulang

Selain itu, hilirisasi limbah sawit juga dapat diandalkan untuk menghasilkan energi terbarukan.

Hingga saat ini, kelapa sawit dipandang sebagai komoditas strategis nasional yang menjadi bukti penerapan industri nihil limbah atau zero waste. 

"Pemanfaatan limbah sawit memberikan banyak manfaat penting," tuturnya.

Yango menggarisbawahi pemerintah memiliki tanggung jawab besar dalam mendorong implementasi konsep zero waste di sektor ini. 

Langkah tersebut krusial guna mencegah sisa produksi mencemari lingkungan sekitar.

Selain peran pemerintah, Yanto menyoroti urgensi Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dalam memajukan industri ini. 

BPDP diharapkan mampu memperkuat koordinasi dengan berbagai pakar riset.

"Kolaborasi BPDP dengan lembaga riset akan memberikan berbagai manfaat," katanya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI) Tungkot Sipayun menegaskan industri sawit nasional dirancang untuk menerapkan ekonomi sirkular.

Tungkot memandang sawit sebenarnya tidak memiliki limbah karena seluruh bagiannya memiliki nilai jual.

Dia mengusulkan adanya perubahan terminologi dalam memandang sisa produksi kelapa sawit. 

Menurutnya, pemisahan antara produk utama dan sampingan lebih tepat menggambarkan realitas industri saat ini.

"Yang tepat barangkali adalah produk utama (main product) yakni CPO dan CPKO dan produk sampingan (by product) yang kerap disebut sebagai limbah. Produk samping ini banyak sekali jenisnya yakni mulai dari level kebun sawit hingga ke hilir," katanya.

Lebih lanjut, Tungkot mengritisi regulasi lingkungan hidup yang masih menggolongkan produk sampingan sawit sebagai limbah B3.

Hal ini dipandang sebagai hambatan besar dalam komersialisasi, karena membutuhkan perlakuan industri khusus dan birokrasi perizinan rumit.

"Padahal, apanya yang B3 karena semua adalah dari bahan organik?" katanya.

Tungkot meyakini jika aturan tersebut dikoreksi, maka ekonomi nasional akan mendapatkan dampak positif berupa peningkatan devisa dan lapangan kerja. 

Penggunaan produk sampingan ini dinilai akan memperkuat citra keberlanjutan industri sawit Indonesia di mata dunia.

"Selain itu, perhitungan emisi (carbon footprint) produk dari sawit akan semakin rendah (low carbon) sehingga industri sawit secara keseluruhan merupakan produk low carbon yang renewable," imbuhnya. (mcr31/jpnn)


Redaktur : Mufthia Ridwan
Reporter : Romaida Uswatun Hasanah


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pria Loncat dari Jembatan Lima Belerang Batam ke Laut, Tim SAR Lakukan Pencarian
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Puncak Arus Balik Jakarta Hari Ini, Jasa Marga Ungkap Volume Kendaraan Capai 4.000 Unit per Jam
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Kebiasaan Pemicu Sulit Bahagia dan Gampang Stres
• 2 jam lalubeautynesia.id
thumb
Industri Pelayaran RI Terbebani Dampak Perang Iran: BBM Mahal dan Rupiah Melemah
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Arus Balik Lebaran, Jasa Marga Tutup Rest Area KM 52B dan Buka-Tutup KM 62B
• 5 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.