CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Keputusan mengejutkan diambil Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dengan mengumumkan penundaan sementara serangan militer terhadap Iran. Kebijakan ini berlaku selama lima hari dan difokuskan pada penghentian serangan terhadap pembangkit listrik serta infrastruktur energi.
Langkah tersebut diambil setelah komunikasi intensif antara Amerika Serikat dan Iran dalam beberapa hari terakhir. Trump menyebut bahwa pembicaraan tersebut menunjukkan perkembangan yang positif.
"Saya senang melaporkan bahwa Amerika Serikat dan negara Iran telah melakukan percakapan yang sangat baik dan produktif selama dua hari terakhir mengenai penyelesaian lengkap dan total permusuhan kita di Timur Tengah," tutur Trump di platform media sosialnya, Truth Social, dikutip Selasa (24/3/2026), dilansir dari Antara.
Trump menjelaskan, keputusan penundaan ini didasarkan pada perkembangan dialog yang dinilai konstruktif dan berpotensi berlanjut dalam beberapa hari ke depan.
Ia juga menegaskan bahwa berdasarkan "nada dan isi percakapan yang mendalam, terperinci, dan konstruktif ini, yang akan berlanjut sepanjang minggu," dirinya telah menginstruksikan Departemen Pertahanan untuk menunda semua serangan militer terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari.
Meski demikian, Trump menekankan bahwa kebijakan tersebut bersifat sementara dan sangat bergantung pada hasil diskusi lanjutan antara kedua negara.
Penundaan ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan sejak Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Konflik tersebut dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.
Sebagai respons, Iran melancarkan serangan menggunakan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel serta sejumlah negara di kawasan, seperti Yordania dan Irak, termasuk wilayah yang menjadi lokasi aset militer AS. Serangan tersebut menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan terhadap pasar global dan sektor penerbangan.
Situasi ini masih terus berkembang, dengan dunia internasional menaruh perhatian besar terhadap peluang deeskalasi konflik melalui jalur diplomasi.
Sumber: Anadolu




