Taman Buaya Asam Kumbang di Medan menjadi salah satu objek wisata yang diserbu wisatawan saat momen Lebaran tahun ini.
Pantauan kumparan, Selasa (24/3), para pengunjung mulai memadati tempat wisata buaya tersebut sejak pagi hari. Ada yang menaiki kendaraan sewa untuk berkeliling area wisata, dan ada juga yang berteduh sambil memotret buaya.
Untuk menikmati objek wisata itu para wisatawan mesti membayar tiket masuk seharga Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu.
Kepala Operasional Wisata Buaya Asam Kumbang, Rizal, mengatakan jumlah pengunjung pada musim libur Lebaran kali ini meningkat 30% sejak hari pertama.
"Kalau untuk sementara ini, memang pengunjung masih naik. Kemarin 30%, sekarang diperkirakan 35%. Lebaran hari ketiga lumayan," ucap Rizal.
Peningkatan jumlah pengungjung ini disebabkan fasilitas wisata yang lebih lengkap meskipun renovasi belum sepenuhnya selesai.
"Kalau dibandingkan Lebaran sebelumnya, sekarang naik. Dulu bangunan belum siap, sekarang fasilitas sudah banyak, walaupun masih ada beberapa titik yang belum selesai dan kekurangan pegawai," sebut Rizal.
Menurut salah satu wisatawan asal Kabupaten Deli Serdang, Ali Usman (40) dan istrinya Cici (39), mereka memilih berwisata di taman buaya karena udara sejuk dan nyaman bagi anak-anak.
"Udaranya sejuk, nyaman. Lagi pula, anak-anak bisa paham habitat di air itu," kata Ali dan Cici saat berbincang dengan kumparan, Selasa (24/3).
Mereka menjelaskan, kondisi tempat wisata Buaya Asam Kumbang di Medan kini semakin baik. Pagar yang dulunya hanya dari kayu, kini sudah diganti menjadi pagar besi dengan jaring untuk menjaga jarak anak-anak dari buaya.
"Kalau taman buaya ini, nampaknya perubahan banyak sekali. Dulu pagarnya apa adanya, sekarang sudah permanen, puas kami ke sini. Sekarang ngajak anak-anak enggak khawatir," ucap Ali dan Cici.
Liburan di tempat wisata buaya itu juga dirasakan oleh keluarga asal Berastagi, yakni Hotmin (51) dan Maya Sari (66). Mereka memilih berwisata ke tempat ini karena memiliki daya tarik khusus berupa koleksi buaya.
"Di sana (Berastagi) enggak ada yang khusus untuk buaya, di sini buaya semua," kata Hotmin.





