Achmad warga Mojokerjo menjadi korban penipuan bermodus jual beli mobil secara daring, pada Minggu (15/3/2026) yang lalu.
Mobil miliknya, Mitsubishi Mirage warna merah tahun 2012 tipe GLS dengan nomor polisi S 1622 WL, raib setelah pelaku berpura-pura melakukan transfer senilai Rp87 juta.
Kepada Radio Suara Surabaya (SS), Acmad melapor bahwa awalnya ia mengiklankan mobil melalui Facebook, lalu dihubungi oleh seseorang melalui WhatsApp yang mengaku sedang berada di Surabaya.
Pelaku kemudian mengaku masih bertugas dan meminta “saudaranya” untuk mengecek kendaraan. Setelah proses pengecekan, transaksi disepakati di harga Rp87 juta.
Namun, saat pelaku mengaku telah melakukan transfer ke rekening BNI milik korban, Achmad justru tidak bisa melakukan pengecekan. Akses m-banking dan kartu ATM miliknya tiba-tiba terblokir.
“Saya tidak berani menyerahkan mobil karena belum tahu uangnya masuk atau tidak. Mau cek juga tidak bisa karena m-banking dan ATM terblokir,” katanya saat mengudara di Radio SS.
Kondisi tersebut membuat korban menunda penyerahan kendaraan. Namun, pelaku terus mendesak agar mobil segera diserahkan, dengan alasan dokumen kendaraan bisa menyusul.
“Saya diterror terus, katanya surat-surat dibawa dulu saja nggak apa-apa, belakangan saja,” ucapnya.
Karena tekanan yang terus menerus, Achmad akhirnya memberikan mobil tersebut kepada orang yang datang mengambil. Saat itu, motor dari orang yang mengambil mobil Achmad dititipkan di rumah Achmad.
Lebih lanjut, penyerahan kendaraan dilakukan di kawasan SPBU Lontar pada Minggu petang sekitar pukul 18.00 WIB. Orang yang mengambil mobil diketahui hanya seorang sopir yang mengaku disuruh pelaku, dan dibayar Rp1,5 juta.
“Itu hanya orang suruhan yang mengambil mobil saja, mobilnya dikasih ke pembeli itu, kenalnya dari Facebook juga katanya, supir online itu. Jadi gatau juga orangnya yang suruh,” jelasnya.
Keesokan harinya, Senin (16/3/2026), Achmad mendatangi kantor bank untuk mengurus kartu ATM miliknya, serta memastikan transaksi. Hasilnya, tidak ada dana Rp87 juta yang masuk ke rekeningnya.
Ia juga mengetahui bahwa pemblokiran ATM dan m-banking terjadi setelah ada laporan kehilangan kartu ATM atas namanya, yang dilakukan oleh orang tidak dikenal.
Saat ini, Achmad sudah melaporkan kasus tersebut ke Polres Mojokerto untuk tindak lanjut. Hingga sekarang, ia masih menunggu perkembangan dari hasil laporan.
Sementara itu, pelaku sudah tidak bisa dihubungi. Kendaraan tersebut juga tidak dilengkapi GPS, sehingga menyulitkan pelacakan.
Seperti diketahui, ciri kendaraan yang hilang pada Mitsubishi Mirage merah tersebut, memiliki stiker kecil bertuliskan “IDI” di kaca depan, namun hanya bisa dilihat secara jelas dari jarak dekat.(ris/ham)




